PEKANBARU - Ancaman kabut asap mulai mengganggu aktivitas warga di Provinsi Riau seiring menurunnya jarak pandang akibat udara kabur. Kondisi ini terpantau melanda sebagian kawasan pesisir hingga daratan pada Kamis (17/9/2026), membawa dampak langsung terhadap mobilitas masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan.

Prakirawan BMKG Pekanbaru, Bella R. Adelia menjelaskan bahwa kekaburan udara yang terjadi sangat berpotensi menurunkan jarak pandang secara signifikan. Fenomena ini erat kaitannya dengan kemunculan asap yang mulai mengepung wilayah udara setempat.

"Selain memantau titik panas, kami memprakirakan kondisi udara kabur hingga berawan menyelimuti Riau hari ini. Penurunan jarak pandang akibat asap harus terus diwaspadai," papar Bella.

Di tengah kepungan udara kabur, awan pembawa hujan masih memberikan harapan bagi sejumlah daerah. Peluang hujan intensitas ringan diproyeksikan turun menyapu sebagian kawasan Kepulauan Meranti, Pelalawan, Bengkalis, Siak, serta Rokan Hulu saat siang hingga sore nanti.

Bergeser pada malam hingga pergantian hari, intensitas presipitasi diperkirakan mulai meningkat. Guyuran hujan ringan hingga sedang bersiap membasahi sebagian wilayah Bengkalis, Rokan Hilir, dan Kota Dumai. Terkait pergerakan awan ini, instansi pemantau cuaca tersebut menaruh perhatian khusus pada satu wilayah pesisir.

"Kami mengeluarkan peringatan dini untuk kawasan Bengkalis. Ada potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilatan petir serta hembusan angin kencang pada malam hingga dini hari nanti," tegasnya.

Secara umum, indikator suhu udara di Bumi Lancang Kuning berayun pada kisaran 23 hingga 34 derajat Celsius, diiringi tingkat kelembapan udara yang menyentuh angka 50 sampai 95 persen. Pergerakan angin tercatat berhembus dari arah tenggara menuju barat daya dengan kecepatan laju mencapai 10 hingga 40 kilometer per jam.

Terkait kondisi maritim, lalu lintas pelayaran relatif aman bagi para nelayan maupun armada angkutan penumpang perairan. "Tinggi gelombang di wilayah perairan Riau saat ini diprakirakan berada pada kisaran 0,5 hingga 1,25 meter, yang masuk dalam kategori rendah," pungkasnya. ***