PEKANBARU - Kemajuan teknologi kecerdasan buatan kini menghadirkan tantangan nyata bagi daya pikir generasi muda, bukan sekadar menawarkan kemudahan operasional. Ratusan mahasiswa ditantang untuk tidak terjebak dalam kemalasan berpikir dan mulai membangun karya nyata guna menyongsong dunia kerja yang semakin kompetitif.

Tantangan tersebut menjadi sorotan utama dalam perhelatan Bisnis Indonesia Goes to Campus (BGTC) 2026 bertajuk "Future Ready Generation" di Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI), Pekanbaru, Kamis (24/9/2026). Ajang ini mempertemukan kalangan akademisi dengan para praktisi dari berbagai sektor industri dan pemerintahan.

Kepala Perwakilan Bisnis Indonesia Riau, Sumatra Barat, dan Kepulauan Riau, Aang Ananda S, mengingatkan bahwa lanskap dunia kerja dan tuntutan industri telah berubah drastis. Ia menyoroti fenomena kemunculan mesin pencari di masa lalu yang sempat menciptakan sindrom malas mengingat, dan kini kehadiran teknologi kecerdasan buatan justru memicu sindrom malas berpikir di kalangan pelajar.

”Sertifikat saat ini hanya menunjukkan Anda pernah mengikuti sebuah kursus, namun portofolio nyatalah yang membuktikan Anda mampu melakukan dan memimpin sesuatu. Mahasiswa harus bersiap menjadi pemimpin masa depan, bukan sekadar penonton," tegasnya di hadapan para mahasiswa.

Aang menambahkan, percepatan kualitas sumber daya manusia sangat mendesak. Masa keemasan demografi yang awalnya diprediksi akan dinikmati pada 2045, kini harus diantisipasi lebih awal pada 2035 akibat tren penurunan produktivitas pekerja di berbagai negara maju.

Dukungan terhadap kesiapan generasi muda ini juga datang dari Pemerintah Kota Pekanbaru. Mewakili Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho, Masriah menyampaikan apresiasi atas konsistensi program edukasi yang telah lima kali digelar di wilayah ibu kota Provinsi Riau tersebut. Menurutnya, kolaborasi yang kuat antara dunia akademik dan praktisi bisnis sangat dibutuhkan untuk menggerakkan roda ekonomi daerah.

”Kita dihadapkan pada dinamika perkotaan yang kompleks serta digitalisasi yang masif. Dari ruang diskusi ini, kami sangat berharap lahir para inovator digital dan wirausahawan muda baru yang tangguh untuk memajukan perekonomian Kota Pekanbaru," paparnya.

Guna membekali mahasiswa secara menyeluruh, forum ini menghadirkan jajaran narasumber dari berbagai latar belakang industri. Para pakar yang membagikan strategi menembus dunia kerja meliputi Pemimpin Divisi Usaha Syariah PT Bank Nagari Heri Fitrianto, Manager Mobile Consumer GTM and Channel Partnership Telkomsel Region Sumbagteng Andri Robiyana, Public Relation PT EMP Bentu LTD Muhammad Hanshardi, serta CEO & Creative Director Sakinah by Thiffa Qhaisty, Thiffa Qaisty S. Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari Rektor UMRI Dr H Saidul Amin, MA, bersama Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMRI Mizan Asnawi, SE, MEcDev.

Selain wadah berbagi ilmu, kreativitas digital mahasiswa turut diuji melalui ajang Reels Competition yang memperebutkan total hadiah Rp1.550.000 untuk tiga karya terbaik dan lima karya favorit. Peserta diminta mengunggah video berdurasi maksimal 90 detik dengan menyertakan tagar #BGTC2026 dan #BisnisCompku paling lambat 1 Oktober 2026. Pengumuman pemenang akan disampaikan melalui akun resmi penyelenggara pada 8 Oktober 2026 mendatang. ***