JAKARTA - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo sepakat bekerjasama dengan Persatuan Wartawan Indonesia Pusat (PWI Pusat) untuk bersinergi dalam membahas perubahan terbatas Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945 (UUD NRI 1945).

Mengingat peran wartawan dan media yang sangat vital dalam mendistribusikan informasi valid dan utuh, agar masyarakat tidak sesat informasi.

"Dinamika perubahan terbatas UUD NRI 1945 mulai mengisi ruang-ruang publik. Agar tidak ada bias maupun sesat informasi, wartawan dan media perlu menjadi bagian utama dalam pembahasan perubahan terbatas UUD NRI 1945 yang dilakukan MPR RI. Tanpa peran wartawan dan media, masyarakat akan kesulitan mendapatkan informasi yang mencerahkan," ujar Bambang Soesatyo yang akrab dipanggil Bamsoet itu saat menerima pengurus PWI Pusat, di Ruang Kerja Ketua MPR RI, Jakarta, Rabu (20/11/19).

Turut hadir antara lain Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat Ilham Bintang, Ketua Bidang Pendidikan Nurjaman Mochtar, Ketua Bidang Kerjasama Antar Lembaga Zulkifli, Sekjen PWI Mirza Zulhadi, Wakil Sekjen Pro Suprapto dan Direktur Kerjasama Wartawan ASEAN Dar Edi Yoga.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI yang juga mantan wartawan ini mengajak PWI Pusat bersama MPR RI meneguhkan semangat kebangsaan. Salah satunya dengan menegakan kembali kode etik profesi jurnalistik. Sehingga dalam pemuatan sebuah berita, senantiasa didasarkan pada tanggungjawab, bukan sekadar mencari kehebohan yang pada akhirnya justru membuah gaduh suasana kebangsaan.

“Mengutip hasil survey Dewan Pers dan Dewan Kehormatan PWI, lebih 60 persen wartawan yang bekerja di lapangan tidak begitu mematuhi kode etik profesinya. Tak heran jika kini media mainstream pun terkadang kecolongan memberitakan hoax, ujaran kebencian, maupun sesuatu yang tak berdasar fakta dan pengamatan. Hanya mengejar sensasi,” tutur Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini juga mendorong penyelenggaran Hari Pers Nasional 2020 yang rencananya akan digelar di Banjarmasin, Kalimantan Selatan tak hanya sekadar menjadi acara seremonial belaka. Melainkan juga punya multiplier effect yang membantu perekonomian masyarakat sekitar.

"Khususnya dalam bidang pariwisata yang kini menjadi primadona bagi peningkatan perekonomian nasional. Pemberitaan seputar eksostiknya Banjarmasin maupun Kalimantan Selatan secara keseluruhan, harus digemborkan. Sekaligus insan pers bisa menjadi mercusuar yang menerangi wajah Indonesia bagian tengah dan timur. Tak hanya Jawa dan Sumatera," pungkas Bamsoet.***