
BAGANSIAPIAPI - Masyarakat Kecamatan Sinaboi, Kabupaten Rokan Hilir mendesak Pemprov Riau dan Pemkab Rokan Hilir segera memperbaiki jalan penghubung Sinaboi-Bagansiapiapi. Hingga Jumat (9/10/2026), satu-satunya akses darat yang menghubungkan Kecamatan Sinaboi dengan Kecamatan Bangko tersebut dalam kondisi rusak parah.
Terdapat enam titik ruas jalan yang mengalami kerusakan paling parah. Wilayah tersebut meliputi Kepenghuluan Raja Bejamu, Sungai Nyamok, Sungai Bakau, Sinaboi, dan Kepenghuluan Darussalam.
Kondisi aspal tampak terkelupas dan meninggalkan banyak lubang menganga yang membahayakan pengendara kendaraan bermotor. Saat cuaca panas, jalanan dipenuhi debu pekat, sedangkan saat hujan turun, jalur tersebut berubah menjadi kubangan lumpur.
"Masyarakat muak mendengar janji ke janji saja, namun kondisi jalan ini tetap rusak. Kami minta Kadis PUTR Riau dan UPT Wilayah II melek, juga PUTR Rohil segera turun melihat kondisi ini," keluh seorang warga Sinaboi, Fendi.
Ia menambahkan bahwa para pejabat kerap kali hanya datang untuk berfoto saat isu ini viral di media massa tanpa memberikan solusi nyata. Buruknya infrastruktur ini membuat masyarakat setempat merasa terisolasi dan seolah belum menikmati kemerdekaan.
Keluhan terkait infrastruktur ini sebelumnya sempat disinggung oleh Bupati Rokan Hilir, Bustamam saat malam temu ramah pelaku sejarah sempena HUT Kabupaten Rokan Hilir ke-27. Dalam acara yang digelar Minggu (4/10/2026) malam tersebut, ia menyatakan telah membawa persoalan ini ke tingkat pusat.
"Saya sudah lobi kementerian bertemu membahas kondisi jalan-jalan di Rohil yang rusak ini. Insyaallah tahun 2027 terealisasi," aku Bustamam.
Realisasi bantuan pusat dinilai sangat krusial mengingat kemampuan APBD Rokan Hilir yang terbatas. Kucuran dana dari pusat saat ini tercatat hanya sebesar satu triliun rupiah, sehingga dikhawatirkan kondisi keuangan daerah tidak akan sanggup jika harus membiayai seluruh perbaikan infrastruktur secara mandiri.
Selain menuntut perbaikan jalan dari pemerintah, warga juga meminta instansi terkait untuk segera menertibkan kendaraan berat yang melintas. Muatan truk yang melebihi kapasitas tonase diyakini menjadi salah satu penyebab utama hancurnya aspal di jalur lintas tersebut.
"Dishub Rohil mesti tegas terhadap sopir yang mengemudikan truk melewati batas tonase. Tolong tindak tegas," tuntut warga lainnya, Edi saat melintasi jalan rusak tersebut.
Penderitaan masyarakat Sinaboi ternyata tidak hanya sebatas infrastruktur jalan raya. Di wilayah yang sama, sejumlah bangunan sekolah dibiarkan dalam kondisi sangat memprihatinkan dengan atap bocor, tanpa dinding, dan bagian lantai yang mulai keropos dimakan usia. ***