Pengertian MEA
MEA merupakan sebuah bentuk dari free trade area (FTA) seperti EU (European Union) dan NAFTA. Pada dasarnya, pelaksanaan FTA ditujukan untuk meningkatkan kerjasama ekonomi diantara negara kawasan untuk meningkatkan sebuah ekspansi perdagangan (trade creation).
Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) adalah realisasi tujuan akhir dari integrasi ekonomi yang dianut dalam visi 2020, yang didasarkan pada konvergensi kepentingan negara. MEA merupakan bentuk realisasi dari tujuan akhir integrasi ekonomi di kawasan asia tenggara. sebuah bentuk pasar bebas tidak hanya pada sektor barang namun juga.
Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), menjadi gerbang utama bagi pembisnis di Indonesia untuk mengenalkan brandnya di pasar Internasional. Program ini sudah dirancang dan akan dijalankan dalam waktu dekat ini yaitu pada awal tahun 2016. Bukan hanya pebisnis saja, tapi daya saing pekerja juga mengetat. tidak hanya membuka arus perdagangan dan jasa, tetapi juga pasar tenaga kerja profesional, seperti dokter, pengacara, akuntan, dan lainnya."Sehingga pada intinya, MEA akan lebih membuka peluang tenaga kerja asing untuk mengisi berbagai jabatan serta profesi di Indonesia yang tertutup atau minim tenaga asingnya."
Tantangan Menghadapi MEA
Beberapa tantangan MEA, seperti lapangan tenaga kerja yang ada di Indonesia hanya akan menaikkan angka pengangguran itu sendiri, karena tidak berdampak pada peningkatan taraf hidup masyarakat Indonesia, khususnya buruh yang tidak memiliki sertifikasi pendidikan seperti buruh-buruh yang didatangkan dari China, bahkan Vietnam yang tidak lebih baik tingkat kesejahteraan pekerjanya dari Indonesia. Bila Indonesia tidak siap, maka aliran bebas barang, jasa, investasi, tenaga kerja terampil dan modal, terlihat sebagai ancaman dari pada peluang.
Tantangan lainnya adalah jurang horizontal antara negara dengan kelas ekonomi maju dan yang masih menengah dan maju. Jurang vertikal antara negara yang demokratis liberal dan masih otoriter. Bagaimana kita membangun komunitas kalau nilai-nilai yang menjadi pengikat berbeda dan taraf kehidupan berbeda. ASEAN Economic Community yang dibentuk dengan misi menjadikan perekonomian di ASEAN menjadi lebih baik serta mampu bersaing dengan Negara-negara yang perekonomiannya lebih maju dibandingkan dengan kondisi Negara ASEAN saat ini. Selain itu juga dengan terwujudnya ASEAN Community yang dimana di dalamnya terdapat AEC, dapat menjadikan posisi ASEAN menjadi lebih strategis di kancah Internasional, kita mengharapkan dengan terwujudnya komunitas Masyarakat Ekonomi ASEAN ini dapat membuka mata semua pihak, sehingga terjadi suatu dialog antar sektor yang dimana nantinya juga saling melengkapi diantara para stakeholder sektor ekonomi di Negara negara ASEAN ini sangat penting.
Tantangan Indonesia ke depan adalah mewujudkan perubahan yang berarti bagi kehidupan keseharian masyarakatnya. Semoga seluruh masyarakat Indonesia kita ini bisa membantu untuk mewujudkan kehidupan ekonomi dan sosial yang layak agar kita bisa segera mewujudkan masyarakat ekonomi ASEAN tahun 2016.
Peluang yang sudah terbuka ini, kalau tidak segera dimanfaatkan, kita akan tertinggal, karena proses ini juga diikuti gerak negara lain dan hal itu terus bergulir. Kita seharusnya segera berbenah diri untuk menyiapkan Sumber Daya Manusia Indonesia yang kompetitif dan berkulitas global. Menuju tahun 2016, Sudah siapkah kita akan Tantangan dan peluang bagi kalangan profesional muda kita/mahasiswa untuk tidak terbengong-bengong menyaksikan lalu-lalang tenaga asing di wilayah kita? I Wayan Dipta, Deputi Bidang Pengkajian Sumberdaya UKM menyampaikan apabila Indonesia tidak mendorong daya saing dan nilai tambah atas barang/produk yang diproduksi, maka Indonesia dapat kehilangan perannya di kawasan dan menjadi objek kemajuan pembangunan di kawasan tanpa memperoleh keutungan yang maksimal.
Solusi Menghadapi MEA
Dari sisi perguruan tinggi diharapkan dapat meningkatkan daya saing sumber daya manusia (SDM) guna menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Sebab banyak yang belum sadar bahwa kita sudah masuk dalam area persaingan. Adapun tantangan global yang dihadapi Indonesia bukan hanya MEA. Tapi masih banyak lagi kesepakatan internasional lainnya, seperti kesepakatan bersama Uni Eropa, Amerika, dan Cina.
Sampai pada saat ini pimpinan negara kita masih belum memutuskan untuk bergabung. Seiring berjalannya waktu, kita harus dapat meyakinkan masyarakat Indonesia bahwa negara kita akan jauh tertinggal jika selamanya tidak terlibat dalam berbagai kesepakatan global tersebut. Artinya kita sebagai bagian negara yang telah bergabung ke dalam MEA, dimana Indonesia harus cepat mengambil keputusan untuk bergabung dan mengambil peran dalam persaingan internasional.
"Kita harus kalkulasikan dan segera memutuskan. Kalau iya (bergabung), apa yang harus diperbaiki. Kalau tidak, harus dipikirkan juga apa yang harus dilakukan. Tapi kalau kita tidak bergabung, kita akan jadi pecundang".
Dalam hal ini ada beberapa hal yang harus benar-benar dipersiapkan untuk menghadapi MEA, antara lain produktivitas, etos kerja, daya saing SDM, dan efisiensi dalam berbagai hal. Dalam hal ini perguruan tinggi sangat berperan dalam menyiapkan pencapaian-pencapaian strategis tersebut.Karena SDM Indonesia harus dibuat lebih fleksibel dan lincah dalam menghadapi tantangan yang ada dan jika hal ini sudah ada kita perlu mengingatkan kembali.***
R Rudi Alhempi adalah Wakil Ketua 1 STIE Persada Bunda Pekanbaru dan Ketua LPPM STIE Persada Bunda Pekanbaru.


