JAKARTA, GORIAU.COM - Dian Kushartoko (33), warga Salakan Trihanggo, Gamping RT 02 RW 26 Sleman Yogyakarta tewas setelah menelan satu paket sabu-sabu seberat 1 gram bersama plastik pembungkusnya.

Korban sempat meloncat dari pagar kosnya di Jalan Gatot Subroto No 188 Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri dalam kondisi sakaw.

Jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Kota Kediri. Pihak rumah sakit sempat melakukan tindakan medis, tetapi nyawa korban tidak terselamatkan.

Kapolres Kediri AKBP Budhi Herdi Susianto mengatakan, korban ditemukan sakaw di dekat kosnya, pada pukul 14.00 WIB, Selasa (10/12).

''Saat kita temukan dalam keadaan sakaw. Kemudian kita interogasi. Ternyata baru menelan satu paket sabu berat 1 gram dengan plastiknya,'' ujar Budhi.

Petugas kemudian mengamankan dan membawa korban ke RS Bhayangkara Kediri. Tetapi karena sabu yang ditelan telah turun ke lambung, akhirnya korban tewas satu jam kemudian.

Pihak kepolisian masih melakukan serangkaian penyelidikan atas kasus kematian korban. Polisi meminta keterangan para tetangga kos dan Ketua RT setempat untuk mengetahui latar belakang korban.

Polisi mencurigai pendatang asal Sleman, Jawa Tengah itu adalah bandar narkoba. Dari kamar kos korban polisi menemukan 15 paket sabu seberat 15 gram.

''Dari penggeledahan di kamar kosnya, kita temukan 33 bungkus sabu-sabu dalam plastik kecil ukuran 0,5 gram, alat isap (bong), puluhan sedotan untuk mengisap, dua buah handphone dan kartu identitas,'' ujar Budhi Herdi Susianto.

Barang bukti sabu itu terbungkus plastik kecil-kecil. Terdiri dari warna putih dan hitam. Sementara nilainya diperkirakan mencapai Rp 60 juta rupiah.

''Kami sedang mendalami kasus ini untuk memastikan apakah korban seorang pemakai atau bandar narkoba melalui asal mula barang terlarang yang ditemukan di kosnya,'' pungkasnya.(mdk)