JAKARTA, GORIAU.COM - Presiden terpilih periode 2014-2019 Joko Widodo (Jokowi) telah menghitung pengaplikasian visi misinya untuk distribusi barang melalui jalur laut, atau biasa dikenal dengan Tol Laut. Dia merencanakan program ini akan dimulai akhir tahun dan selesai empat tahun mendatang.
''Bulan November atau Desember sudah mulai akan kelihatan mana yang kita luncurkan. Perkiraan kita empat tahunlah untuk semuanya,'' ungkapnya di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (24/9).
Pembangunan ini infrastruktur untuk pelabuhan tidak akan semuanya dilakukan dari nol. Sebab beberapa pelabuhan hanya perlu diperluas, diperbaiki dan diperdalam. Jokowi menghitung dana yang diperlukan sekitar Rp 60 triliun. Dia menilai, dana ini cukup untuk memulai tol laut.
''Itu sudah cukup untuk menjalankan tol laut. Artinya kapal sudah bisa berjalan. Kapal itu kan tinggal pengusaha bergerak. Asal pelabuhannya sudah dalam, berarti kapal mereka bisa digedein,'' jelas mantan wali kota Solo ini.
Menurutnya, terpenting dalam pembangunan infrastruktur tol laut adalah pendalaman pelabuhan. Karena selama ini banyak pengusaha yang tidak dapat memaksimalkan penggunaan kapal besar. Sebab masih sedikit pelabuhan dengan fasilitas deep sea port.
''Ya sekarang problemnya kalau yang dalem cuman di Tanjung Priuk, bagaimana nanti yang di Sorong kapal besar mau merapat dimana? Di Makassar sana belum pelabuhan dalem bagaimana mau sandarnya. Ini harus barengan dan terintegrasi baru bisa berjalan," tutup Jokowi. ***


