PERUT buncit menunjukkan adanya penumpukan lemak yang berpotensi menyebabkan penyakit jantung. Banyak jenis olahraga yang bisa dipilih untuk merampingkan perut.

Tapi Simon Rama Hersa, instruktur dari sebuah pusat kebugaran ternama di Jakarta, menyarankan agar Anda melakukan sejumlah latihan fisik sekaligus.

Menurut Simon, selain aerobik ada bisa melanjutkan olahraga dengan latihan beban, seperti push up, sit up, bridging, maupun squat. Sementara push up berguna untuk mengencangkan dada dan bahu, squat dan bridging bekerja pada paha dan bokong. ''Kalau semua itu dilakukan dengan baik, otot perut akan ikut terbentuk,'' ujar Simon.

Bridging bisa dilakukan dengan cara menekuk kedua kaki agak rapat, saat Anda dalam posisi telentang. Pada saat yang sama, pinggul diangkat ke atas, sehingga lutut, panggul, dan bahu sejajar 180 derajat. Perlahan-lahan, turunkan tubuh Anda, lalu kembali diangkat ke posisi semula.

Gerakan tersebut idealnya diulang 15 kali dalam satu set. Adapun dalam sekali latihan, yang bisa berlangsung 3-4 kali sepekan, Anda bisa menjalani 2-5 set. Gerakan bridging tak hanya bertujuan mengencangkan otot perut, tapi juga melatih otot hamstring, paha belakang, bokong, dan tulang belakang bagian bawah.

Melakukan gerakan bridging, disebutkan Simon, harus dengan teknik yang baik. Teknik tersebut mesti diikuti tempo gerakan dan cara pernapasan yang juga tepat. ''Temponya jangan terlalu cepat, tapi juga jangan lambat. Mesti pas dan stabil,'' ujar lelaki bertubuh tegap tersebut.

Sedangkan squat dilakukan dengan cara bergantian jongkok dan bangun. Saat squat, lutut tak boleh melewati ujung kaki. Adapun bokong diturunkan hingga 45 derajat sejajar posisi lutut. Dada tetap membusung, sedangkan kepala dan tulang punggung mesti tegak lurus. Jumlah repetisi peralihan gerakan jongkok dengan bangun sama dengan bridging.

Latihan yang juga bisa Anda pilih adalah push up dan sit up. Karena kedua gerakan ini tergolong susah, Simon menyarankan agar Anda mengurangi teknik latihan. Push up untuk perempuan, misalnya, bisa dimodifikasi dengan cara menurunkan lutut ke lantai. Gerakan itu disebut modified dynamic push up. ''Enggak masalah tingkat kesulitannya dikurangi. Yang penting tidak menyulitkan dan konsisten dilakukan.''

Untuk sit up, Anda bisa memodifikasinya dengan cara mengangkat hanya separuh tubuh bagian atas. Posisi tubuh saat telentang mesti lurus dan kedua kaki ditekuk rapat. Sedangkan kedua tangan di samping tubuh digeser ke depan-belakang, menyesuaikan naik-turunnya badan.

Simon mengatakan penyederhanaan gerakan sit up itu bisa dipilih pemula untuk mengencangkan otot perut bagian atas. ''Kalau yang melakukan sit up belum fleksibel, yang akan dipaksa kerja bukan otot perut, melainkan otot belakang punggung. Jadi mending gerakannya dimodifikasi agar tidak salah kaprah,'' ujarnya.

Adapun otot bagian bawah bisa Anda latih dengan gerakan reverse crunch. Caranya, kedua kaki diangkat dalam kondisi rapat dan tak harus dalam posisi lurus. Sedangkan posisi tubuh Anda telentang, dengan tangan diletakkan di belakang kepala. Angkat lutut perlahan sampai membentuk sudut 90 derajat dari sebelumnya. Kontraksikan otot perut, dan angkat sedikit bagian panggul Anda.

Reverse crunch tergolong ringan karena hanya meminta Anda mengangkat panggul beberapa sentimeter dari lantai. Gerakan itu juga efektif, terutama saat Anda mengangkat pinggul memanfaatkan kontraksi otot perut, bukan dengan mengentakkan kaki. Untuk memaksimalkan latihan, Anda juga disarankan untuk membiasakan diri menarik otot perut saat beraktivitas sehari-hari.***