JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan dengan ditutup anjlok 139,49 poin atau 2,64 persen ke level 5.142 pada penutupan perdagangan sesi I, Kamis (29/10/2026). Padahal, pada pembukaan pagi hari IHSG sempat mencatatkan tren positif di level 5.305. Pergerakan indeks saham sepanjang paruh pertama ini diwarnai oleh dominasi pergerakan di zona merah.

Ratusan Saham Melemah dan Nilai Transaksi

Sepanjang sesi pertama, indeks saham tercatat sempat menyentuh level tertinggi di angka 5.320 sebelum akhirnya berbalik melemah tajam hingga menyentuh titik terendah 5.135. Berdasarkan data bursa, tercatat sebanyak 623 saham mengalami pelemahan. Sementara itu, hanya terdapat 95 saham yang mampu menguat dan 245 saham lainnya terpantau stagnan.

Volume perdagangan di lantai bursa hingga siang ini menembus angka 13,9 miliar saham dengan total nilai transaksi mencapai Rp5,8 triliun. Adapun frekuensi perdagangan yang berlangsung tercatat lebih dari 796 ribu kali transaksi.

Sektor Infrastruktur Anjlok, ALKA Pimpin Top Gainers

Pelemahan IHSG sejalan dengan merosotnya berbagai sektor, di mana sektor infrastruktur mencatatkan penurunan paling dalam sebesar 3,78 persen. Koreksi signifikan juga melanda sektor bahan baku yang turun 3,56 persen, industri terkoreksi 2,99 persen, serta siklikal yang melemah 2,75 persen. Di sisi lain, sektor energi juga ikut merosot 2,73 persen, non siklikal 2,04 persen, keuangan 1,75 persen, dan kesehatan 1,72 persen. 

Meski indeks tertekan, saham Alakasa Industrindo (ALKA) justru memimpin daftar top gainers dengan raihan kenaikan 24,86 persen. Peningkatan ini disusul oleh Yanaprima Hastapersada (YPAS) yang naik 20,71 persen serta Perdana Bangun Pusaka (KONI) yang menguat 18,86 persen.

Sebaliknya, saham Idea Indonesia Akademi (IDEA) menjadi emiten dengan penurunan terdalam atau masuk top losers setelah anjlok 10 persen. Posisi tersebut diikuti oleh Graha Prima Mentari (GRPM) yang terkoreksi 9,28 persen dan Agro Bahari Nusantara (UDNG) yang melemah 9,21 persen. ***