
PEKANBARU – Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan DPRD Pekanbaru, Zulkardi, melontarkan kritik keras terhadap kondisi ruang Fraksi PDI Perjuangan di Gedung DPRD Pekanbaru yang dinilainya tidak layak digunakan untuk bekerja maupun menerima aspirasi masyarakat.
Kritik tersebut disampaikan Zulkardi kepada Goriau setelah paripurna, ia memperlihatkan sejumlah kerusakan mulai dari atap bocor, cat dinding yang mengelupas dan belang, lampu yang berkedip, hingga pendingin ruangan (AC) yang tidak berfungsi.
"Kita lihat, begitu masuk ke DPRD Kota Pekanbaru ini terlihat mewah. Tapi begitu masuk ke ruang Fraksi PDI Perjuangan, atap bocor, cat belang-belang, lampu mati hidup, mati hidup, AC tak hidup," kata Zulkardi.
Menurutnya, kondisi tersebut sudah berlangsung sejak awal dirinya menjabat sebagai anggota DPRD Pekanbaru sekitar dua tahun lalu. Namun hingga kini belum ada perbaikan yang signifikan dari pihak sekretariat dewan.
Ia mengaku pihak fraksi telah berulang kali menyampaikan keluhan kepada Sekretariat DPRD Pekanbaru, termasuk melalui Ketua Fraksi PDI Perjuangan, tetapi belum mendapat tindak lanjut yang memuaskan.
"Kami sudah dua tahun menjadi anggota DPRD. Ruangan Fraksi PDI Perjuangan seperti ini. Sudah disampaikan berkali-kali, tetapi belum juga diperbaiki," ujarnya.
Zulkardi menilai kondisi tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas anggota dewan, tetapi juga berdampak terhadap pelayanan kepada masyarakat yang datang menyampaikan aspirasi.
"Ini tempat kami setiap hari menampung aspirasi masyarakat. Tetapi tidak terlihat nyaman. AC mati, lampu mati, bahkan fasilitas kamar mandi juga ada yang rusak," katanya.
Selain lampu dan AC yang tidak berfungsi, Zulkardi juga menyoroti kondisi wastafel yang bocor serta sejumlah fasilitas lain yang menurutnya memerlukan perbaikan segera.
Atas kondisi tersebut, ia meminta dilakukan evaluasi terhadap jajaran Sekretariat DPRD Pekanbaru, termasuk Sekretaris DPRD.
"Kita minta semua jajaran di sekretariat ini dievaluasi dan diganti, termasuk sekwannya," tegasnya.
Menurut Zulkardi, kondisi ruang fraksi seharusnya menjadi perhatian karena merupakan salah satu fasilitas penunjang kerja anggota DPRD dalam menjalankan fungsi legislasi, pengawasan, dan menampung aspirasi masyarakat. Ia juga mempertanyakan prioritas penggunaan anggaran, mengingat sejumlah pembangunan dan renovasi di lingkungan DPRD terus dilakukan sementara ruang fraksi masih mengalami banyak kerusakan. ***