PEKANBARU – Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang, Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (PUPR-PKPP) mengambil langkah taktis untuk mengurai kepadatan lalu lintas di ibu kota provinsi. Fokus utama pembenahan ini adalah kawasan Simpang SKA Pekanbaru yang kerap menjadi titik penumpukan kendaraan.

Sebagai solusi konkret, pemerintah akan segera melebarkan fasilitas putar balik atau U-Turn di ruas Jalan Tuanku Tambusai, yang selama ini akrab disebut warga sebagai Jalan Nangka. Proyek fisik ini dijadwalkan tidak hanya bertumpu pada satu lokasi demi memastikan kelancaran sirkulasi kendaraan.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas PUPR-PKPP Riau, Zulfahmi memaparkan bahwa berdasarkan perencanaan tim teknis di lapangan, pelebaran akan dieksekusi secara paralel pada dua titik krusial. Kedua titik tersebut berada di area depan Rumah Sakit Hermina serta ruas sebelum Masjid Raudhatul Jannah.

Langkah pelebaran ini merupakan bagian dari skenario besar penataan ulang koridor jalan protokol. Kebijakan ini menyusul adanya rencana regulasi baru untuk menutup jalan di area bawah flyover sekaligus meniadakan lampu lalu lintas di persimpangan sebidang antara Jalan Soekarno-Hatta dan Jalan Tuanku Tambusai.

"Pelebaran U-Turn di Jalan Tuanku Tambusai segera kita lakukan, InsyaAllah bulan Juli sudah mulai proses," urainya saat memberikan keterangan, Selasa (23/6/2026).

Zulfahmi menjelaskan, proyek rekayasa arus lalu lintas ini sengaja dirancang guna menjawab keluhan masyarakat terkait antrean panjang yang sering mengular. Pemecahan volume kendaraan di titik yang diapit oleh dua pusat perbelanjaan besar tersebut menjadi prioritas kerja instansinya saat ini.

"Karena ini sudah menjadi atensi pimpinan agar kita harus gerak cepat. Sebab di saat jam-jam sibuk, persimpangan tersebut seringkali terjadi antrean panjang hingga macet, dan kemacetan ini sering dikeluhkan warga," tambahnya.

Untuk tahap awal pengerjaan, instansi berfokus pada perluasan akses di sepanjang Jalan Tuanku Tambusai. Sementara itu, koridor Jalan Soekarno-Hatta dinilai masih terakomodir dengan baik oleh keberadaan jembatan layang. Namun, tidak menutup kemungkinan proyek serupa akan dilanjutkan ke titik rawan kemacetan lainnya sesuai dengan evaluasi di lapangan.

"Namun kita lihat perkembangan, jika memang diperlukan bisa saja nanti kita lakukan pelebaran U-Turn di depan Hotel Grand Suka juga dan U-Turn di depan Lotte Mart," paparnya.

Rencana perombakan manajemen lalu lintas ini sejatinya telah digodok secara matang oleh pemerintah daerah. Evaluasi menunjukkan bahwa tujuan awal pembangunan jembatan layang untuk meminimalisir kemacetan dirasa belum memberikan dampak yang optimal secara keseluruhan bagi pengguna jalan raya.

Pelaksana Tugas Gubernur Riau, SF Hariyanto menegaskan bahwa pembentukan sirkulasi arus yang baru mutlak diperlukan dengan menghapus titik perhentian lalu lintas di persimpangan tersebut.

"Jadi kita akan ciptakan arus lalu lintas baru dengan menutup lampu merah di Simpang SKA," ungkapnya.

Ia memastikan bahwa eksekusi penutupan akses persimpangan dan pelebaran jalan ini harus segera direalisasikan tanpa penundaan guna memberikan kenyamanan transportasi bagi warga.

"Tahun ini kita gesa. Supaya tak ada lagi kepadatan di sana. Karena keluar masuk kendaraan dari dua pusat perbelanjaan sekaligus," pungkasnya.(Adv)