PEKANBARU – Kondisi antrean kendaraan untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Riau mulai menunjukkan perbaikan.

Jika sebelumnya antrean kendaraan mengular, kini jumlah kendaraan yang mengantre disebut hanya berkisar tiga hingga lima mobil. Kondisi tersebut diharapkan dapat terus bertahan hingga akhir tahun.

Meski demikian, persoalan distribusi solar masih menyisakan dugaan praktik penjualan BBM secara ilegal yang diduga menjadi salah satu penyebab terjadinya kelangkaan, hal ini disampaikan ketua komisi II Adam Syafaat, Senin (2/10/2026).

Ia menyebutkan bahwa kendaraan yang diduga terlibat dalam aktivitas pengangkutan solar secara tidak resmi bukan hanya truk umum. Namun, juga terdapat kendaraan pribadi yang diduga digunakan untuk melansir BBM.

"Yang melansir itu bukan mobil-mobil umum. Mobil mereka semuanya, ya truk juga, tapi mobil lansir. Mobil-mobil pribadi juga ada yang digunakan untuk melansir," ungkapnya.

Solar yang diperoleh melalui aktivitas tersebut menurutnya diduga kemudian dijual kembali kepada pihak industri. Namun, dugaan tersebut masih memerlukan penelusuran dan pembuktian lebih lanjut.

Politisi PKS ini juga menyoroti kemungkinan keterlibatan oknum pengelola SPBU maupun pihak lain yang mengambil keuntungan dari selisih harga solar.

Menurutnya, apabila praktik tersebut melibatkan oknum SPBU, keuntungan yang diperoleh bukan hanya dari operasional SPBU, tetapi juga dari selisih harga penjualan BBM yang disalurkan secara tidak resmi.

Ia menyebut, sejumlah kasus penimbunan dan penyalahgunaan distribusi solar yang sempat terungkap di beberapa lokasi telah memberikan dampak terhadap kondisi pasokan.

"Setelah terbuka di beberapa tempat, sekarang sudah bagus. Antrean sudah normal dan mobil-mobil yang melansir sudah tidak terlihat lagi," ujarnya.

Meski kondisi mulai membaik, ia berharap aparat penegak hukum tidak berhenti melakukan pengawasan. Praktik pengambilan dan penjualan solar tanpa izin harus ditindak agar tidak kembali mengganggu distribusi BBM kepada masyarakat.

"Jangan sampai ada lagi yang mengambil minyak tanpa izin seperti itu," tegasnya.

Normalnya antrean solar di SPBU tentu menjadi kabar baik bagi masyarakat, khususnya sopir angkutan dan pelaku usaha yang bergantung pada BBM bersubsidi.

Namun, persoalan tidak cukup diselesaikan hanya dengan memastikan antrean kendaraan semakin pendek. Pengawasan distribusi, transparansi penyaluran, serta penindakan terhadap dugaan penyalahgunaan BBM harus tetap menjadi perhatian. ***