PEKANBARU, GORIAU.COM - Menghadapi Pemilihan Gubernur Riau, seluruh kader Partai Demokrat baik di tingkat DPD hingga ranting diminta untuk bersatu. Pilgubri bukanlah arena pecah belah.

"Justru, dengan adanya Pilkada September ini, kekompakan dan silaturrahmi partai dari DPD sampai ke ranting perlu dikuatkan kembali. Pilkada gubernur bukan arena pecah belah. tugas berat ini harus dipikul secara bersama-sama," ujar anggota Majelis Pertimbangan Daerah (MPD) DPD Partai Demokrat Riau, Yusrizal Tanjung.

Lebih tegas, Yusrizal juga menyinggung adanya faksi-faksi dalam perebutan hati DPP untuk dijagokan dalam Pilgubri mendatang yang mengarah pada perpecahan. Karena itu, tiga faksi yakni pendukung Mambang Mit, Pendukung Achmad dan kelompok Thamsir Rahman untuk segera menjaga kekompakan partai.

"Oleh karena itu, saya tegaskan mulai saat ini, tidak ada lagi kelompok pak MM, kelompok pak Achmad atau pak Thamsir. Hapuskan. Jangan sampai kader partai terpecah belah. Semua faksi harus melebur dan bersatu. Dengan nama partai demokrat Riau lebih jaya dari pemilukada 2009 lalu," tambahnya.

Langkah penyatuan ini, menurut Yusrizal adalah strategi pemenangan PD dalam Pemilu Gubernur, Pileg dan Pilpres. Sementara itu, untuk mewujudkan langkah-langkah tersebut, dia menyatakan akan terus memantau dan kegiatan politik pengurus DPD Riau.

"Saya sendiri yang akan memantau kondisi sampai keadaan demokrat, khususnya di Riau pulih kembali," pungkasnya. (li)