PEKANBARU, GORIAU.COM - Hingga Maret 2013 Nilai Tukar Petani (NTP) Riau tercatat sebesar 102,19 atau mengalami penurunan 0,16 persen jika dibanding bulan sebelum. Penurunan berlangsung dua bulan ini.

''Dalam dua bulan ini, Februari dan Maret 2013, NTP Riau mengalami penurunan. Penurunan ini disebabkan indeks harga yang diterima petani mengalami kenaikan dibandingkan indeks harga yang dibayarkan,'' ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau Mawardi Arsyad.

Pada bulan Februari 2013 itu NTP Riau sebesar 102,36 atau turun 0,06 persen dibanding NTP Januari 2013 yang mencapai 102,42. Begitupun bulan Maret 2013 ini, NTP Riau sebesar 102,19 atau turun 0,16 persen dibanding NTP bulan Februari 2013 mencapai 102,36. Artinya pengeluaran petani cukup besar.

Dikesempatan itu Mawardi menjelaskan, penurunan pada bulan Maret 2013 disebab indeks harga diterima oleh petani mengalami kenaikan sebesar 0,26 persen. Dan Sedangkan kenaikan indeks harga dibayar petani yang mencapai 0,43 persen. Ini berarti tingkat kesejahteraan petani di Riau dua bulan mengalami penurunan.

"Lihat saja Nilai Tukar Petani Tanaman Pangan (NTPP) tercatat sebesar 111,47. Nilai Tukar Petani Hortikultura (NTPH) 115,30. Nilai Tukar Petani Peternakan (NTPPT) 100,80. Nilai Tukar Petani Nelayan (NTPN) 91,03. Nilai Tukar Petani Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR) 95,92. Ini data dibulan Maret," terangnya.

Mawardi mengatakan, komoditas yang memberikan andil terbesar kenaikan indeks harga yang diterima petani terjadi pada subsektor tanaman hortikultura yaitu sebesar 0,90 persen. Terutama diakibatkan naik harga cabe merah dengan andil sebesar 0,38 persen, ketimun 0,19 persen, cabe rawit sebesar 0,17 persen.

Kemudian sambungnya, pisang sebesar 0,11 persen, bayam sebesar 0,03 persen, dan terung panjang sebesar 0,02 persen. "Kenaikan indeks harga yang dibayar petani tertinggi terjadi pada subsektor tanaman pangan sebesar 0,55 persen disebabkan naiknya harga barang-barang konsumsi rumah tangga," ungkapnya. (rdi)