DUMAI, GORIAU.COM - Walikota Dumai, H. Khairul Anwar menjadi Inspektur upacara (Irup) pada peringatan Hari Dharma Samudera di atas geladak KRI Kaltedung milik TNI AL Dumai. Peringaran Dharma Samudera yang dilaksanakan Rabu (15/1/2014) ditandai dengan pelarungan karangan bunga kelaut sambil berlayar di Alur Pelayaran Timur Perairan Dumai.


Bertindak sebagai Komandan Upacara (Danup) Letda Laut R. Dongoran, peserta upacara seluruh Perwira Staf, Anggota Prajurit Militer dan PNS Lanal Dumai dan dilanjutkan dengan penghormatan kepada pejuang yang gugur dilaut ditandai dengan pelarungan karangan bunga yang dilakukan langsung Walikota Dumai, H. Khairul Anwar.


Disela kegiatan, Danlanal Dumai Kolonel Laut (P) Budi Siswanto usai upacara kepada GoRiau.com mengatakan bahwa peringatan hari dharma samudera pada hakekatnya merupakan bentuk penghormatan, sekaligus untuk mengenang jasa-jasa para pahlawan laut yang telah gugur sebagai kusuma bangsa dalam pertempuran laut untuk mempertahankan wilayah kedaulatan negara kesatuan Republik Indonesia.


"Upacara peringatan hari Dharma Samudera dilaksanakan secara rutin setiap tahun sekali tepatnya ditanggal 15 Januari untuk mengenang jasa pahlawan Bahari yang gugur dalam pertempuran-pertempuran di laut, seperti pertempuran Selat Bali, pertempuran Laut Sapudi, pertempuran Laut Cirebon, Pertempuran Teluk Sibolga, dan pertempuran Laut Aru yang dikemas dalam peringatan Hari Dharma Samudera," katanya.

Ads

Menurutnya, upacara peringatan Dharma Samudera bukan hanya sekedar kegiatan seremonial, melainkan sebagai momentum instropeksi diri dan mengukur sejauh mana kadar pengabdian dalam upaya mewujudkan cita-cita luhur para pahlawan pendahulu Bangsa Indonesia, yakni menjaga NKRI agar tetap utuh.


''Upacara tabur bunga yang baru dilakukan tadi, merupakan bentuk penghormatan mengenang jasa-jasa para pahlawan laut yang gugur sebagai kusuma bangsa dalam pertempuran di laut melawan penjajah seperti perjuangan Pahlawan Yos Sudarso dalam mempertahankan kedaulatan Negara Indonesia di laut tersebut," jelasnya.


Ditambahkannya, bahwa peringatan hari Dharma Samudera ini diambil dari peristiwa pertempuran Laut Aru pada tahun 1962, yang merupakan puncak dari perjuangan dan patriotisme putra-putra bahari terbaik dalam mempertahankan NKRI. Dalam pertempuran ini gugur Pahlawan Komodor Yos Soedarso.


Lanjutnya, makna yang perlu diambil dalam peringatan Hari Dharma Samudera untuk generasi muda adalah mewarisi dan meneladani jiwa patriotisme para Pahlawan, di mana dengan penuh semangat hiroisme berjuang demi negara dan bangsa.


Usai melaksanakan upacara peringatan hari Dharma Samudera di atas geladak KRI Kaltedung milik TNI AL Dumai. Dari dermaga B Pelindo Dumai, acara dilanjutkan dengan berlayar di Alur Pelayaran Timur Perairan Kota Dumai. Pada saat berlayar Walikota Dumai, H. Khairul Anwar didampingi Istri Hj. Nefi Agustina Khairul diikuti unsur Muspida Kota Dumai diantaranya Danlanal Dumai Kolonel Laut (P) Budi Siswanto, Kapolres Dumai, AKBP yudi Kurniawan, Kajari Dumai, Eko Siwi Iriani, Komandan Sat Radar 232 Dumai Mayor Lek Emil Syarif serta undangan lain melakukan tabur bunga dilaut sebagai tanda menghormati jasa-jasa pahlawan yang gugur dalam mempertahankan NKRI.


Setelah berlayar sekitar 1 jam, KRI Kaltedung kembali ke dermaga B Pelindo Dumai dan acara ditutup dengan foto bersama.(egy)