
PEKANBARU - Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Pemulihan Ekosistem dan Bina Areal Preservasi, Dr Badi'ah, SSi MSi memaparkan lima aspek penting dalam penyelamatan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) di Provinsi Riau. Hal tersebut disampaikannya dalam agenda sosialisasi Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 661 Tahun 2026 di Hotel Pangeran, Pekanbaru, Rabu (4/11/2026). Regulasi baru ini menitikberatkan pada keseimbangan antara pengembalian fungsi ekologi dan jaminan kesejahteraan bagi warga di sekitar kawasan konservasi.
Perbaikan bentang alam TNTN mendesak dilakukan guna mengembalikan daya dukung lingkungan. Pemulihan fungsi hutan ini berperan langsung dalam meminimalkan risiko bencana alam musiman seperti banjir bandang dan kekeringan, serta menjaga ketersediaan sumber air bawah tanah.
"Pemulihan ekosistem tidak hanya bertujuan menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga melindungi kehidupan dan kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan," paparnya.
Ia menjelaskan, keberhasilan rehabilitasi hutan sangat bergantung pada lima aspek utama, dimana kepastian tapak menjadi prasyarat mutlak. Tanpa tapak yang terverifikasi jelas, keamanan dan keberlanjutan proses reboisasi tidak akan bisa dijamin secara hukum maupun teknis.
Selain penataan tapak, upaya perbaikan alam ini wajib berjalan secara bertahap melalui strategi yang terencana matang. Pemerintah menempatkan pelibatan masyarakat sebagai elemen partisipatif yang tak terpisahkan dalam setiap tahapan perbaikan ekosistem.
"Kita harus melakukan pembelajaran dari pengalaman sebelumnya agar kesalahan yang pernah terjadi tidak terulang kembali," tegasnya.
Langkah terakhir yang tidak kalah krusial adalah membangun komitmen bersama lintas sektor. Kolaborasi erat antara pemerintah daerah, akademisi, praktisi lingkungan, hingga penegak hukum menjadi ujung tombak dalam memulihkan area yang mengalami degradasi tersebut. (wpa)