PEKANBARU - Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih mengintai sebagian wilayah meski potensi hujan mulai merata. Data terbaru menunjukkan tujuh titik panas (hotspot) terdeteksi di Provinsi Riau hingga menjelang pergantian hari atau pukul 23.59 WIB, Rabu (4/11/2026).

Pemantauan yang dilakukan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa sebaran titik panas di Riau terkonsentrasi di empat wilayah kabupaten. Kabupaten Indragiri Hilir mencatatkan angka kemunculan tertinggi dibandingkan wilayah lainnya.

Dari total tujuh hotspot yang terekam satelit di Bumi Lancang Kuning, sebarannya merata di pesisir maupun daratan. Berikut rincian kemunculan titik panas di Riau:

  • Indragiri Hilir: 3 titik
  • Pelalawan: 2 titik
  • Bengkalis: 1 titik
  • Indragiri Hulu: 1 titik

Sumatera Terkepung Hampir 900 Hotspot

Dalam skala yang lebih luas, Pulau Sumatera saat ini tengah dikepung oleh ratusan titik panas. Total akumulasi hotspot di seluruh wilayah Sumatera menembus angka 898 titik.

Provinsi Jambi dan Sumatera Selatan menjadi dua wilayah penyumbang hotspot terbesar yang membutuhkan atensi penuh terkait mitigasi karhutla. Forecaster On Duty BMKG, Putri Santy S membeberkan sebaran lengkap ratusan titik panas tersebut.

  • Jambi: 344 titik
  • Sumatera Selatan: 333 titik
  • Bangka Belitung: 178 titik
  • Lampung: 23 titik
  • Bengkulu: 7 titik
  • Riau: 7 titik
  • Kepulauan Riau: 3 titik
  • Aceh: 2 titik
  • Sumatera Barat: 1 titik

Munculnya titik panas ini menjadi peringatan bagi pihak berwenang dan masyarakat untuk terus memantau lahan, terutama di area gambut yang rentan terbakar. ***