
TEMBILAHAN, GORIAU.COM - Sudah 3 hari terakhir ini masyarakat di Tembilahan, Indragiri Hilir, Riau diresahkan dengan tidak mengalirnya air dari Perusahaan Daera Air Minum (PDAM) ke rumah-rumah.
Raihana M Nor, salah seorang ibu rumah tangga di Kota Tembilahan mengungkapkan kepada GoRiau.com, semenjak air PDAM tersebut macet ia terpaksa menggunakan air isi ulang (air galon) untuk mandi.
''Mandi masih bisa kita akalin dengan air galon, tapi mencuci pakaian ya gak mungkin pakai air galon juga, ya rugi kita karena harga air isi ulang di Tembilahan Rp 7.000 pergalon," ungkapnya.
Sementara salah seorang warga Inhil lainnya yaitu Dina mengatakan semenjak macetnya air PDAM Ia terpaksa mandi menumpang di rumah kerabat yang mempunyai sumur. "Menyebalkan, kami tidak bisa beraktifitas seperti biasanya. Jangankan mandi, wudhu saja tidak bisa," sebut Dina.
Penyebab macetnya air PDAM juga masih belum diketahui, namun dari informasi yang didapat dilapangan dari beberapa sumber mengatakan bahwa saat ini PDAM Tembilahan tengah mendapatkan pemeriksaan dari Pusat sehingga air terpaksa tidak dialirkan.
"Kabarnya karena Air PDAM menggunakan tawas jadi selama diperiksa tidak dialirkan dulu, karena kan tidak dianjurkan air itu pakai tawas," ujar sumber yang tidak ingin disebutkan namanya. (ayu)