SIAK - Pemerintah Kabupaten Siak bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) terus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui penguatan usaha mikro. Langkah ini diwujudkan lewat program wirausaha naik kelas bernama Z-Mart dan Z-Auto yang menyasar para penerima zakat (mustahik) agar berkembang menjadi pelaku usaha mandiri dan berubah menjadi pembayar zakat (muzakki).

Wakil Bupati Siak, Syamsurizal menyampaikan komitmen tersebut saat membuka agenda Pelatihan Wirausaha Naik Kelas Z-Mart dan Z-Auto di Gedung Tengku Mahratu, Selasa (7/7/2026).

Menurut Syamsurizal, pelatihan ini menjadi bagian penting untuk memastikan bantuan modal usaha dari Baznas tidak sekadar bersifat konsumtif. Ia ingin kapasitas penerima manfaat meningkat sehingga usahanya dapat berkembang secara berkelanjutan.

"Alhamdulillah, Pemerintah Kabupaten Siak menyambut baik pelaksanaan pelatihan bagi penerima Program Z-Mart dan Z-Auto. Saya berharap melalui pelatihan ini usaha penerima semakin berkembang dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi keluarga," urai Syamsurizal.

Ia menegaskan bahwa program tersebut menggunakan dana zakat umat. Oleh karena itu, setiap penerima memiliki tanggung jawab moral untuk memanfaatkan bantuan sesuai peruntukannya.

"Tambahan modal yang diberikan Baznas hendaknya benar-benar digunakan untuk mengembangkan usaha. Jangan sampai dipakai untuk keperluan di luar usaha, karena tujuan program ini adalah membantu usaha masyarakat agar naik kelas," tegasnya.

Syamsurizal menaruh harapan besar agar program pemberdayaan ekonomi tersebut mampu mendongkrak kesejahteraan warga.

"Semoga usaha para penerima Program Z-Mart dan Z-Auto terus berkembang sehingga yang hari ini berstatus mustahik nantinya dapat menjadi muzakki," harapnya.

Ketua Baznas Kabupaten Siak, Samparis Bin Tatan menjelaskan bahwa Z-Mart dan Z-Auto merupakan program nasional Baznas RI yang difokuskan untuk memperkuat usaha mikro milik mustahik.

Ia menyebutkan bahwa calon penerima bantuan wajib memenuhi sejumlah persyaratan, salah satunya telah menjalankan usaha minimal dua tahun. Pendaftaran dilakukan secara daring lalu dilanjutkan dengan proses verifikasi administrasi serta survei lapangan oleh tim Baznas Kabupaten Siak.

"Apabila calon penerima memenuhi seluruh kriteria yang telah ditetapkan, maka bantuan modal usaha dapat diberikan," papar Samparis.

Tahun ini, Baznas Kabupaten Siak menyalurkan bantuan modal usaha senilai Rp12,5 juta kepada masing-masing penerima. Total penerima mencapai 50 pelaku usaha, yang terbagi menjadi 25 penerima Program Z-Mart dan 25 penerima Program Z-Auto.

Selain mendapat kucuran dana, para peserta turut menerima pelatihan kewirausahaan. Langkah ini bertujuan untuk mengasah kemampuan dalam mengelola bisnis, memperkuat daya saing, serta memperluas peluang pengembangan usaha ke depannya. ***