
DUMAI - Sejak fasilitas baru beroperasi hingga Rabu (18/9/2026), puluhan siswa di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 4 Dumai tak lagi sekadar terpaku pada buku pelajaran. Mereka kini sibuk berinteraksi dengan sistem tanam modern di sebuah rumah kaca hidroponik, merasakan langsung proses menyemai benih, merawat sirkulasi air, hingga memanen sayuran segar. Pemandangan ini merupakan wujud nyata sinergi PT Ivo Mas Tunggal (IMT) bersama Tzu Chi Sinar Mas dan ADM guna mencetak generasi muda terampil di pesisir Riau.
Pembangunan rumah kaca tersebut tidak hanya menjadi laboratorium hidup bagi 40 siswa sekolah kejuruan, tetapi juga turut menggerakkan 10 warga sekitar dalam proses perakitannya. Sepanjang siklus budidaya, para pelajar diuji untuk menerapkan ketelitian, konsistensi, serta kerja sama tim demi menjaga tanaman tetap tumbuh optimal di tengah keterbatasan lahan berskala industri.
Bagi Rudhatul Fikri, seorang siswa SMKN 4 Dumai, pengalaman keluar dari ruang kelas dan menyentuh langsung perangkat instalasi pipa air memberikan pemahaman yang jauh lebih utuh dibandingkan sekadar teori.
"Pelatihan ini membekali saya keterampilan untuk mulai membangun kebun hidroponik sendiri di rumah. Pelajaran paling berharga adalah pentingnya menjaga pasokan air tetap stabil, apalagi saat tanaman mulai tumbuh," ungkapnya.
Kepala SMKN 4 Dumai, Miftahul Jannah menilai bahwa kehadiran fasilitas tersebut memberi keleluasaan bagi tenaga pendidik untuk menyajikan pendidikan vokasi yang lebih aplikatif dan relevan dengan dunia kerja sungguhan.
"Lewat kegiatan seperti ini, mereka belajar untuk lebih teliti, bertanggung jawab atas tugas yang diberikan, serta terbiasa menuntaskan sebuah proses hingga menghasilkan sesuatu yang nyata. Pengalaman ini menjadi bekal penting bagi mereka dalam menghadapi pilihan hidup setelah menyelesaikan pendidikan," terangnya.
Sementara itu, Deputy General Manager PT Ivo Mas Tunggal, Paulus Lidi memastikan bahwa rancang bangun program pendampingan ini difokuskan pada nilai keberlanjutan, agar manfaatnya tidak berhenti pada satu angkatan saja.
"Yang ingin kami bangun bukan sekadar fasilitas, melainkan sesuatu yang bisa terus digunakan, dikelola, dan dikembangkan oleh sekolah sesuai kebutuhannya sendiri. Dengan begitu, manfaat inisiatif ini dapat terus diwariskan dari satu generasi siswa ke generasi berikutnya," urainya.
Tidak hanya menyasar kelompok remaja melalui pelatihan agrikultur, kepedulian gabungan sektor swasta ini juga merambah ke pemenuhan gizi anak usia dini di Kecamatan Sungai Sembilan. Sebanyak 67 anak dari empat pedesaan mendapatkan pasokan makanan bergizi secara rutin, yang difokuskan pada TK 01 Negeri Kelas Jauh Sungai Geniot, TK Negeri 01 Kelas Jauh Batu Teritip, TK Harapan Lestari, dan TK Pelangi Ceria.
Langkah intervensi gizi tersebut mendapat dukungan penuh dari institusi pemerintahan setempat. Bunda PAUD Kota Dumai, Leni Ramaini, SKM menyebutkan bahwa kolaborasi lintas sektor adalah kunci utama untuk menyelamatkan anak-anak dari ancaman gangguan tumbuh kembang di daerah terluar.
"Sinergi seperti ini antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat membawa dampak nyata bagi tumbuh kembang anak-anak kita. Kami sangat berterima kasih atas kepedulian yang diberikan kepada generasi penerus ini," tegasnya.
Respons atas dinamika kebutuhan warga lokal ini dipandang sebagai bentuk kewajiban moral yang harus terus dirawat. Global Head of Pulses and PKE ADM, Tobias Westphalen menuturkan bahwa inisiatif terintegrasi di wilayah industri Riau ini sangat sejalan dengan misi sosial perusahaan secara global.
"Melalui ADM Cares, kami bekerja sama dengan berbagai organisasi untuk memahami kebutuhan masyarakat setempat dan menemukan cara agar kami bisa berkontribusi. Bersama para mitra, kami dapat menyatukan upaya untuk mendukung inisiatif yang relevan bagi masyarakat di Dumai," pungkasnya. ***