
PEKANBARU - Pengejaran panjang tim spesialis pemberantasan narkotika dari wilayah pesisir hingga pusat kota membuahkan hasil manis. Seorang pemuda berinisial IM (24) yang bertindak sebagai kurir kepercayaan jaringan internasional diringkus saat hendak mendistribusikan paket besar di area penginapan.
Dramatisasi penangkapan bermula dari informasi intelijen mengenai masuknya barang selundupan dari Malaysia melalui perairan Bengkalis. Kepala Subdit III Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau, Kompol Ade Zaldi bergerak cepat memimpin perburuan ke lapangan, Minggu (31/5/2026).
Petugas sempat menyisir kawasan pantai bersama Bea Cukai Bengkalis, namun target tidak ditemukan karena diduga telah menggeser jalur pergerakan ke daratan menuju arah kota. Pengintaian ketat terus dilakukan hingga petugas mendeteksi koordinasi transaksi di area Hotel Alpha, Jalan Imam Munandar, Pekanbaru.
"Senin (1/6/2026) sekitar pukul 13.00 WIB, petugas menangkap IM yang berada di dalam mobil Honda Brio warna putih bernomor polisi BM 1569 JC saat baru keluar dari area parkir hotel," kata Ade Zaldi didampingi Kepala KPPBC TMP C Bengkalis, Novri, Selasa (9/6/2026).
Saat kendaraan digeledah, petugas menemukan dua buah tas hitam merek World Star di kabin mobil. Tas pertama berisi tujuh bungkus besar sabu murni, sedangkan tas kedua menyimpan enam bungkus plastik merah berisi ratusan cartridge etomidate merek Yakuza.
Dalam pemeriksaan intensif, pemuda tersebut mengaku sudah berulang kali menjalankan misi serupa dengan sistem komando jarak jauh. Ia dikendalikan oleh seorang operator utama dari balik layar yang mengatur seluruh rute perjalanan tanpa pernah bertemu langsung.
"Tersangka mengaku sudah tiga kali bekerja. Yang berhasil kami ungkap ini merupakan pengiriman yang ketiga," jelasnya.
Meski lihai lolos pada aksi-aksi sebelumnya, petualangan pelaku kini resmi terhenti. Pihak kepolisian masih terus memburu sosok pengendali utama yang memerintahkan pergerakan kurir tersebut di wilayah Riau.
"Dengan pengungkapan ini, diperkirakan sekitar 35.680 jiwa berhasil diselamatkan dari bahaya narkotika," urainya. ***