
SIAK – Keberadaan Pondok Pesantren (Ponpes) Madrasatul Qur’an selama sepuluh tahun terakhir dinilai telah memberikan kontribusi besar bagi pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Siak. Lembaga pendidikan ini dianggap sukses mencetak generasi penghafal Alquran yang tersebar di wilayah Kecamatan Sabak Auh dan sekitarnya.
Apresiasi tersebut disampaikan Wakil Bupati Siak, Syamsurizal, saat menghadiri Tabligh Akbar dan Gebyar Selawat dalam rangka milad ke-10 Ponpes Madrasatul Qur’an di Halaman Masjid Subulussalam, Selasa (10/2/2026). Ia menekankan bahwa pendidikan pesantren saat ini sudah sangat kompetitif dan relevan dengan perkembangan zaman.
"Saat ini, tidak ada alasan orang tua untuk tidak memasukkan anak ke dalam pondok pesantren. Karena selain bisa membentengi anak-anak kita dengan ilmu Alqur'an dan hadis, juga diajarkan pelajaran umum, sehingga nantinya tetap bisa bersaing dengan sekolah lainnya," ujar Syamsurizal.
Di hadapan ratusan santri, Syamsurizal yang juga merupakan lulusan pesantren membagikan pengalaman pribadinya untuk membakar semangat para siswa. Ia menegaskan bahwa latar belakang sebagai santri bukan penghalang untuk mencapai posisi strategis di pemerintahan maupun sektor lainnya.
"Saya sendiri juga merupakan seorang santri, dan alhamdulillah saat ini saya bisa menjadi seorang Wakil Bupati Siak. Oleh karena itu, tidak ada yang tidak mungkin asalkan kita bersungguh-sungguh. Jadikan itu sebagai motivasi ke depannya," katanya.
Pemerintah Kabupaten Siak berharap dengan bertambahnya jumlah hafiz dan hafizah, keberkahan akan selalu menyertai daerah berjuluk Negeri Istana tersebut. Syamsurizal juga menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada para pengasuh dan pengajar yang telah mendedikasikan waktu mereka untuk membina akhlak generasi muda.
"Semoga dengan semakin banyaknya hafiz dan hafizah ini, Kabupaten Siak terus diberikan keberkahan oleh Allah SWT, dan dijauhkan dari segala musibah," tambahnya.
Agenda religius ini terasa semakin istimewa dengan kehadiran para masyayikh dari Jawa Timur, di antaranya Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo, Ali Ya'lu Wala Yu'la Alaih Anwar, serta Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Kediri, Abu Bakar Abdul Jalil. Kehadiran tokoh-tokoh besar ini menjadi momentum tabarukan bagi seluruh keluarga besar Ponpes Madrasatul Qur’an. ***