TELUKKUANTAN – Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, melaksanakan program Gerai Pangan Murah (GPM) di Astaka MTQ, Rabu (16/9/2026). Di saat bersamaan, harga bahan pangan di pasar mengalami lonjakan.

Berdasarkan pemantauan Dinas Koperasi UKM Perdagangan dan Perindustrian Kuansing di Pasar Tradisional Berbasis Modern, harga cabai rawit merah melonjak hingga Rp90 ribu per Kg. Kenaikan serupa terjadi pada cabai merah keriting dan cabai rawit hijau yang menyentuh angka Rp70 ribu per Kg.

Sementara itu, harga komoditas lain terpantau relatif stabil. Beras premium dijual pada kisaran Rp15.300 hingga Rp15.500 per kilogram, dan daging sapi bertahan di angka Rp140.000 per kilogram. Adapun harga daging ayam mengalami penurunan dari Rp40.000 menjadi Rp38.000 per kilogram.

Kontras dengan lonjakan harga pasar, Pemkab Kuansing mengklaim program GPM bertujuan untuk menekan inflasi daerah dan menjaga daya beli masyarakat. Gerai tersebut menyediakan berbagai bahan pokok—seperti beras, telur, cabai, bawang, minyak goreng, dan gula—dengan harga di bawah tarif pasaran.

"GMP ini merupakan upaya pemerintah untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, sekaligus menjaga stabilitas harga," ujar Pj Sekda Kuansing Muradi.

Mengenai situasi harga bahan pokok melonjak di pasar saat GPM ini, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Ketahanan Pangan (DTPHKP) Kuansing Deflides Gusni enggan berkomentar.

"Konfirmasi langsung ke Kabid," kata Deflides. Alasannya, dia sedang melakukan pemeriksaan kesehatan.

Kendati demikian, Deflides dalam website resmi Pemkab Kuansing, menjelaskan bahwa GMP merupakan intervensi harga dilakukan dengan memangkas rantai distribusi. Pemkab membeli komoditas langsung dari petani dan produsen.

"Karena kita mengambil langsung dari sumbernya, harga yang ditawarkan bisa lebih murah dibandingkan penjual umum di pasar," kata Deflides.

Ia menambahkan, Pemkab Kuansing berencana menggandeng Dinas Perikanan untuk memperluas komoditas yang dijual pada gelaran GPM berikutnya guna memperkuat efektivitas intervensi pasar.***