PEKANBARU, GORIAU.COM - Untuk pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur mendatang Komisi Pemilihan Umum (KPU) Riau menegaskan tetap tidak akan mengadakan Quick Qount atau perhitungan cepat dengan pemilihan tersebut.

Pernyataan tersebut disampaikan KPU di sela-sela waktu diskusi sosialisasi pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Riau yang diadakan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fisip Universitas Riau (Unri) bertempat di Auditorium Fisip Unri, Jumat (22/11/2013).

Komisioner KPU Riau Dra. Hj. Lena Parida M.Si menilai Quick qount itu tidak ada hubungannya dengan KPU, terkecuali ada suatu lembaga yang melakukan perhitungan tersebut, ''KPU tidak akan melakukan Quickqount, yang mengadakan itu adalah lembaga survai, karena KPU dalam perhitungan suara harus manual berjenjang dengan tahapan,'' ungkap Lena.

Seperti Unri, lanjut lena, Bapak Hasanuddin (dosen Fisip Unri) dan kawan-kawan akan mengadakan Quickqount, dan itu adalah suatu lembaga bukan KPU. Selain itu ada juga lembaga Indo Barometer, suara indonesia, ''tetapi lembaga yang bagus itu adalah lembaga yang independen, yang netral dan tidak memihak pada siapapun," tegas lena menerangkan.

Jika KPU mengadakan Quick qount, masyarakat pasti akan banyak yang komplain, karena perhitungan cepat kadang tidak sesuai dengan perhitungan manual yang dilakukan KPU,"besok kami didemo, dibilang KPU mengada-ngada dalam perhitungan, di Quickqount begini dan hasilnya begini," terang Lena menjelaskan.

Dengan demikian KPU Riau berharap masyarakat bisa menilai setiap agenda yang ada, mempergunakan hak pilih yang baik sehingga Riau mendapatkan pemimpin yang baik dan loyal ke masyarakat Riau itu sendiri. ***