
PEKANBARU, GORIAU.COM - Komisi Pemilihan Umum Daerah Provinsi Riau telah menetapkan 27 November 2013 sebagai hari pencoblosan untuk Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Riau putaran kedua.
Kapolda Brigjen Condro Kirono mengaku menjamin pelaksanaan pemilihan kepala daerah putaran kedua itu akan berlangsung aman. "Makanya ditetapkan siaga satu untuk mengantisipasi berbagai hal yang tak diinginkan. Mengenai potensi kecurangan termasuk politik uang, itu juga akan diantisipasi ketat," kata Condro kepada wartawan di Pekanbaru, Jumat siang (22/11/2013).
Ia mengatakan, strategi pengamanan yang dilakukan tetap sama dengan sebelumnya, namun ada prioritas pengamanan di beberapa titik yang dianggap sebagai zona rawan.
Menurut dia, zona rawan pada Pilkada Riau putaran kedua merupakan daerah yang berada di sekitar wilayah perbatasan seperti Kabupaten Rokan Hilir dan Rokan Hulu, serta beberapa daerah perbatasan lainnya.
Kepala Bidang Humas Polda Riau Ajun Komisaris Besar Guntur Aryo Tejo mengatakan, penetapan status siaga satu untuk pengamanan Pemilihan Kepala Daerah putaran kedua yang akan dilaksanakan pekan depan merupakan upaya untuk menjaga situasi tetap kondusif.
Guntur menjelaskan, ada lebih 6.000 personel gabungan yang akan disiapkan untuk mengawal dan mengawasi jalannya tahapan pelaksanaan Pilkada Riau putaran kedua pada 27 November 2013. "Pada pelaksanaan putaran pertama, semuanya aman dan lancar. Targetnya di putaran kedua ini juga demikian. Jangan sampai ada gangguan kelancaran pilkada," katanya.
Ia mengatakan, status siaga satu pengamanan dan pengawasan pilkada putara kedua sebenarnya telah dilaksanakan sejak awal pekan kedua November lalu. Dari 6.000 personel yang disiagakan, demikian Guntur, sebanyak 402 diantaranya disebar ke seluruh kabupaten dan kota.
Satu kabupaten, kata dia, ditempatkan sebanyak 34 personil dari Satuan Brimob dengan diperbantukan oleh personel dari Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Jambi. "Tiap TPS (Tempat Pemungutan Suara) nantinya akan dijaga anggota juga. Namun yang dianggap potensi kerawannya minim, akan mendapat pemantauan saja," kata dia.
Pilkada Riau putaran kedua dilaksanakan pada 27 November 2013 dengan dua pasang calon gubernur dan wakil gubernur. Pasangan nomor urut 1 Herman Abdullah - Agus Widayat (partai gabungan), sementara nomor urut dua yakni Annas Maamum-Arsyadjuliandi Rachman (Partai Golkar).
Komisi Pemilihan Umum Provinsi Riau sebelumnya juga telah menetapkan zona kampanye Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Riau putaran kedua. "Pasangan nomor urut 1 (Herman Abdullah-Agus Widayat) pada hari pertama, 21 November, berada di zona 1 dan pasangan nomor urut 2 (Annas Maamum-Arsyadjuliandi Rachman) di zona 2," kata anggota KPU Riau, Heryanti Hasan.(fzr/ant)