
PEKANBARU – Tingginya permintaan pasar internasional terhadap kopi liberika asal Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat pesisir. Negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, dan Filipina secara rutin mencari pasokan komoditas yang dikenal adaptif di lahan gambut tersebut.
Founder ErberCoffee, Abdurrahman Farhumi melihat potensi besar untuk mengembangkan pasar ekspor dalam jangka panjang. Meski permintaan dari luar negeri mengalir deras, ketersediaan pasokan dari petani lokal saat ini masih sangat terbatas dan belum maksimal.
"Permintaannya ada, bahkan cukup tinggi. Tapi produksi kita saat ini masih belum mampu memenuhi kebutuhan pasar secara maksimal," ungkapnya, Kamis (21/5/2026).
Kondisi ini menjadi momentum tepat bagi pelaku usaha kopi dan petani di Kepulauan Meranti untuk memperluas area budidaya liberika. Peningkatan skala panen dinilai sebagai langkah strategis agar produk lokal Riau ini mampu bersaing lebih luas di kancah perdagangan internasional.
Aktivitas budidaya komoditas ini membuka banyak lapangan kerja baru yang menjadi sumber penghasilan utama warga. Tanaman liberika sangat diminati petani karena perawatannya sejalan dengan kondisi alam setempat yang bersuhu panas, berbeda dari varietas arabika dan robusta yang rentan rusak akibat perubahan cuaca.
"Prospek Kopi Liberika sangat cerah. Ini dikarenakan kopi liberika punya daya tahan yang kuat terhadap perubahan cuaca," tutupnya. ***