DUMAI, GORIAU.COM - Memperingati Hari Buruh se-Dunia yang jatuh pada tanggal 1 Mei 2014 ini, para buruh yang berada di Pelabuhan Penumpang, Jalan Datuk Laksamana, berharap di Hari Buruh ini, mereka dapat perhatian lebih dari Pemerintah Kota Dumai untuk membantu kesejahteraan hidup mereka.

Seperti yang diungkapkan Budi, buruh angkut barang penumpang itu mengatakan, para buruh pengangkut barang penumpang di pelabuhan Ferry ini hanya bekerja selama 15 hari per bulannya. Namun demikian pendapatan dari hasil jasa angkut barang penumpang tersebut hanya berkisar Rp 15.000 hingga Rp 30.000.

Apalagi dirinya mempunyai dua orang anak dan satu istri, sehingga dengan pendapatan tersebut, menurutnya sangat tidak cukup bagi kebutuhan keluarganya.

''Pendapatan buruh di pelabuhan penumpang ini hanya Rp 15 ribu hingga Rp 30 ribu perhari, sedangkan hasil pendapatan tersebut tergantung dari penumpang yang naik maupun yang turun dari pelabuhan,'' ungkapnya.

Atas kondisi itu, tentunya Budi sangat berharap, Pemerintah bisa memperhatikan buruh - buruh dengan penghasilan kecil seperti dirinya itu.

Hal yang sama juga dikatakan oleh Sandoro, para buruh angkutan barang ini selalu menunggu para penumpang yang hendak pergi maupun pulang, sambil duduk di depan pintu masuknya atau keluar para penumpang serta menawarkan jasa angkut mereka dengan membawa gerobak dorong masing-masing.

''Kita tidak ada paksaan terhadap penumpang, jika ingin membawakan barang bawaan mereka dengan jasa kita, kita siap membawa,'' ujarnya.

Dengan bekerja secara sip-sipan tersebut, bapak dari empat orang anak ini harus mencari pekerjaan di luar dari pekerjaan buruhnya, seperti bekerja sebagai kuli bangunan. Hal itu dilakoninya, karena hasil pendapatan buruh angkut bawaan di pelabuhan ini belum bisa mencukupi kebutuhan keluarganya.

''Oleh karena itu, kita berharap kepada pemerintah agar lebih diperhatikan para buruh ini, dan dapat mensejahterakan para buruh,” tutupnya. (dcp)