
TELUKKUANTAN – Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) meminta para dokter yang tergabung dalam Ikatan Dokter Indonesia (IDI) cabang Kuansing untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan serta memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah. Peran dokter dinilai sangat krusial dalam mendukung terwujudnya visi daerah dan menghadapi berbagai tantangan kesehatan masyarakat.
Hal itu disampaikan Pj Sekda Kuansing Muradi yang hadir dalam pelantikan IDI Cabang Kuansing periode 2026 - 2029. Dia hadir mewakili Plt Bupati Kuansing Muklisin. Pengurus IDI Cabang Kuansing diketuai oleh dr Benni Antomy dan dilantik oleh Ketua IDI Wilayah Riau dr. Marhen Effendi, Ahad (13/9/2026) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Kuansing.
Dalam kesempatan itu, Muradi, menyampaikan bahwa peningkatan kualitas hidup masyarakat menjadi fokus utama dalam visi pembangunan daerah. Salah satu indikator penting dalam mewujudkan hal tersebut adalah standar pelayanan kesehatan yang merata dan berkualitas.
"IDI merupakan mitra strategis pemerintah daerah dalam pelayanan kesehatan. Peran IDI sangat kami harapkan untuk membantu menghadapi berbagai tantangan kesehatan di Kuansing saat ini," kata Muradi.
Muradi menyoroti sejumlah tantangan kesehatan yang tengah dihadapi daerah, antara lain angka stunting yang masih cukup tinggi, maraknya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD), hingga dampak kesehatan akibat kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan.
Meskipun titik api di Kuansing tergolong sangat rendah, kualitas udara tetap terdampak oleh asap kiriman. Pemerintah daerah berharap para dokter, baik yang bertugas di tingkat kabupaten maupun kecamatan, dapat aktif memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai dampak kabut asap tersebut.
Selain edukasi, Pemda Kuansing menekankan tiga prinsip utama yang harus dipegang oleh para tenaga medis dalam memberikan pelayanan, yakni profesional, humanis, dan berintegritas.
"Kami berharap sinergi ini dapat mempercepat pemerataan pelayanan dan ketersediaan dokter di seluruh fasilitas kesehatan milik pemerintah, khususnya di puskesmas-puskesmas," ujar Muradi.
Ia menambahkan bahwa pemerintah daerah akan terus berkoordinasi dengan pengurus IDI terkait pemenuhan dan redistribusi tenaga dokter, termasuk dokter spesialis. Langkah ini diambil untuk memastikan agar fasilitas kesehatan di tingkat kecamatan tidak kekurangan tenaga medis.
Pemerintah daerah juga tengah berupaya meningkatkan daya saing Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kuansing agar menjadi rumah sakit rujukan. Upaya tersebut didukung oleh rencana pemenuhan alat kesehatan dari Kementerian Kesehatan serta hibah fasilitas dari Pemerintah Provinsi Riau. Selain itu, terdapat wencana pembangunan rumah sakit tipe D di wilayah Singingi Hilir untuk mendekatkan jangkauan pelayanan kepada masyarakat.
Mengutip pesan pendiri Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan, Muradi mengingatkan pentingnya tata kelola organisasi dan administrasi yang kuat agar para tenaga medis dapat bekerja secara akuntabel di tengah era keterbukaan informasi.
"Dengan organisasi yang kuat kita akan utuh dan kompak, dan dengan administrasi yang kuat kita akan terhindar dari fitnah. Kritikan dan saran itu penting, yang utama kita tetap bekerja sesuai standar operasional prosedur (SOP)," pungkasnya.***