PEKANBARU, GORIAU.COM - Pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Siak, masih sangat mengecewakan. Perkembangan kota Pekanbaru yang merangkak menjadi kota metropolitan tidak sejalan dengan perkembangan BUMD tersebut. Akibatnya, ketersediaan air bersih selalu tak sebanding dengan pertumbuhan jumlah penduduk dan peningkatan aktifitas warga.

Ketua Komisi II DPRD Pekanbaru Nofrizal, kepada wartawan saat dihubungi melalui telepon selulernya, Kamis (29/11/2012) mengatakan, PDAM Tirta Siak belum mampu menjadi  pemasok utama kebutuhan air di kota yang kini berpenduduk hampir satu juta jiwa ini. Boleh dikata, PDAM jalan di tempat, dan masyarakat mencari alternatif air bersih baik melalui sumur bor maupun hasil penyulingan pribadi.''Jangankan untuk memenuhi seluruh kebutuhan air bersih seluruh warga kota, untuk meningkatkan jumlah pengguna saja tidak bisa. Ini berkaitan langsung dengan kualitas dan kapasitas air yang dihasilkan. Kalau kapasitas produksinya kecil, tentu sangat tak berimbang dengan pertumbuhan penduduk dan jumlah usaha yang ada. Apalagi kalau kualitasnya juga masih jauh dibandingkan sumber air bersih lainnya,'' ujar Nofrizal.Menurut Nofrizal, hingga saat ini, keluhan pelanggan terhadap kualitas air yang dihasilkan PDAM yang masuk ke DPRD Pekanbaru masih banyak. Umumnya keluhan berkisar seputar kualitas yang rendah, meski tidak sering terjadi, namun ini sangat mengganggu, khususnya kalangan dunia usaha. PDAM menurutnya, harus berpikir strategis dan sesuai dengan perkembangan kota Pekanbaru. Idealnya, kapasitas produksi PDAM diatas kebutuhan warga Pekanbaru. Karena sebenarnya, PDAM bisa memperkirakan kebutuhan air berdasarkan laju pertumbuhan penduduk.Setelah mampu memenuhi kebutuhan warga Pekanbaru, baru antisipasi perkembangan beberapa tahun ke depan bisa dilakukan. ''Sekarang jangankan untuk mengantisipasi perkembangan Pekanbaru yang akan menjadi pusat bisnis, perdagangan dan jasa terbesar di Sumatera, untuk memenuhi kebutuhan saat ini saja, PDAM Tirta Siak tidak mampu,'' ujarnya. (rdi)