BENGKALIS, GORIAU.COM  - Pembangunan stand bazar dalam rangka mendukung Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXI Provinsi Riau mendapat masalah. Kendala utama yang belum teratas adalah tak adanya suplai listrik ke lokasi bazar pada malam hari. Akibatnya, para pekerja tak bisa melanjutkan pekerjaan jika ada pekerjaan yang harus dilakukan hingga malam.

Perwakilan kafilah kabupaten kota bidang bazar dan pameran berharap panitia penyelenggara MTQ XXXI Tingkat Provinsi Riau segera mensuplai listrik. Hal ini sangat diperlukan guna mendukung proses pengerjaan pembangunan stan mereka khususnya untuk penerangan malam hari. Pasalnya, sebagai salah satu bentuk dukungan dalam menyukseskan kegiatan bazar dan pameran MTQ XXXI, sebagian pekerja ada yang bekerja hingga larut malam.Seperti yang terjadi, Rabu (28/11/2012) malam. Akibat minimnya penerangan di lokasi bazar dan pameran MTQ XXXI, selain ada yang membeli atau membawa generator pembangkit listrik sendiri dari daerah masing-masing, ada yang terpaksa menggunakan lampu mobil untuk sekedar membantu menerangi para pekerja yang tetap terlihat bersemangat, meskipun lembur hingga larut malam.“Kita berharap panitia dapat segera mensuplay kebutuhan listrik. Selain untuk penerangan bagi pekerja yang sebagian bekerja hingga malam hari, listrik juga dibutuhkan guna mengoperasikan peralatan pekerja. Satu dua hari ke depan suplay listrik itu hendaknya sudah ada,” pinta sejumlah perwakilan kafilah kabupaten kota ditemui di lokasi stand, Kamis (29/11/2012).Menyikapi keluhan para pekerja pembangunan stand kafilah kabupaten kota, Ketua Bidang Bazar dan Pameran MTQ XXXI, H Umran mengatakan, secara teknis hal ini bukan menjadi tugas bidangnya karena sejak awal sudah dikoordinasikan dengan Bidang Ketenagalistrikan dan Air Bersih yang bertanggungjawab memenuhi kebutuhan listrik untuk MTQ XXXI.“Sudah. Pemberitahuan kapan suplai listrik untuk kegiatan bazar dan pameran ini diperlukan, sudah dikoordinasikan dengan bidang terkait,” papar H Umran, didampingi anggotanya, Johansyah Syafri saat ditemui wartawan usai meninjau ke lokasi bazar dan pameran, siang kemarin. Umran berjanji segera menindaklanjutinya. “Keinginan para perwakilan kafilah kabupaten/kota itu akan segera kita sampaikan ke bidang terkait, sehingga secepatnya dapat dipenuhi,” ujar Kepala Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Bengkalis ini. Mengenai kebutuhan listrik bazar dan pameran MTQ XXXI, Umran menjelaskan, untuk stan spesial disain seperti stan kafilah kabupaten/kota, masing-masing 2.500 watt. Sedangkan stan peserta umum sebesar 900 watt. Dan hal ini juga, sambungnya, sudah diinformasikan ke PT PLN (Persero) Rayon Bengkalis. Kata Umran lagi, sampai batas akhir pendaftaran Senin (26/11) lalu, peserta dengan stan spesial disain 14 stan.“Sementara peserta umum dengan stan standar sekitar 30 stan,” jelas Umran, seraya mengatakan dari 8 kecamatan di kabupaten berjuluk Negeri Junjungan ini, hanya Kecamatan Bengkalis dan Bantan yang akan ikut bazar dan pameran MTQ XXXI.Sampai Kamis kemarin, imbuh Umran, dari 14 peserta dengan stan spesial disain, hanya empat yang belum memulai membangun stannya. Yaitu, kafilah Kabupaten Indragiri Hilir, Pelalawan, Rokan Hulu serta PT Chevron Pasific Indonesia (PT CPI).“Sesuai informasi perwakilannya, stan PT CPI sedang disiapkan, tapi baru akan dipasang di lokasi kegiatan dua hari sebelum acara pembukaan. Sedangkan Kabupaten Indragiri Hilir, Pelalawan dan Rokan Hulu, belum ada informasi mengapa kafilahnya belum membangun stan mereka. Padahal waktu tinggal 10 hari lagi,” ungkap Umran.  (jfk)