DAYUN, GORIAU.COM - Gerakan mahasiswa dan masyarakat Kabupaten Siak, menggelar aksi demontrasi di depan gerbang PT Bumi Siak Pusako, Dayun, Kamis (31/1/2013). Mereka menuntut kontribusi perusahaan terhadap daerah, keterbukaan penerimaan tenaga kerja sekaligus mempertanyakan kinerja BOB yang terus mengalami penurunan produksi.

Sayangnya, aksi massa ini berbuah kekecewaan karena massa tidak bisa menemui General Manajer BOB dan hanya diwakili oleh Humas BOB. ''Kami ingin bertemu langsung dengan GM bukan humas,'' ujar massa.

Koordinator aksi Muhammad Iskandar mengatakan, di era Caltex Siak menghasilkan 48 ribu barel perhari, kini saat dikelola BOB, hanya menghasilkan 18 ribu barel perhari. Hal itu menunjukkan ketidakseriusan perusahaan dalam mengelola pertambangan minyak tersebut.

Selain itu, massa juga menilai rekruitmen tenaga kerja juga sarat kepentingan, sehingga yang terserap tidak sesuai dengan kebutuhan perusahaan. ''Kami menilai penerimaan di BOB sarat kepentingan orang dalam. Tidak ada trasparansi anggaran, dan perusahaan juga abai terhadap lingkungan,'' tambahnya.

"Untuk itu kami menuntut agar rekruitmen tenaga kerja dilaksanakan secara terbuka, pengumumannya sampai pada masyarakat, sehingga masyarakat mendapatkan kesempatan yang sama. Jika hal itu dilakukan secara terbuka maka SDM yang ada pasti akan sesuai dengan kebutuhan, bekerja sesuai kompetensinya. Masyarakat tidak akan kecewa jika tidak diterima jika memang kommpetensinya tidak mumpuni," imbuh Muhammad Iskandar

Saat demontrasi, massa juga megeluarkan pernyataan sikap diantaranya empercepat rapat umum pemegang saham, evaluasi struktur dan manajemen, pindahkan kantor pusat PT BOB dan BSP yang berada di Jakarta ke Kabupaten Siak, adanya transparansi dalam rekruitmen tenaga kerja untuk anak daerah, dan usir Pertamina dari bumi Kabupaten Siak.

Sementara, Humas PT BOB, Munasir pada kesempatan tersebut menanggapi tuntutan tersebut mengatakan, pihaknya menyambut positif demo yang dilakukan. ''Semua tuntutan akan ditampung, Kami bekerja sesuai dengan regulasi, BOB hanya sebagai operator, sementara holding compenynya adalah BSP dan Pertamina," kata Munasir. (sks)