TAIPEI – Pria bermarga Hao di Taiwan menceraikan istrinya bernama Xuan karena sang istri meminta bayaran kepada Hao bila ingin bercumbu (melakukan berhubungan intim).

Dikutip dari Sindonews.com yang melansir dari South China Morning Post, Kamis (8/8/2024), persoalan berpangkal dari buruknya performa sang suami dalam urusan ranjang karena dianggap sang istri kelebihan berat badan.

Hao telah menikahi Xuan pada tahun 2014 dan mereka sudah memiliki dua anak. Masalah dimulai tiga tahun kemudian setelah belahan Xuan membatasi hubungan seks menjadi sebulan sekali.

Dua tahun kemudian, pada tahun 2019, Xuan menolak berhubungan seks dengan Hao sama sekali dan dilaporkan memberi tahu kerabatnya bahwa Hao "terlalu gemuk" dan "tidak kompeten".

Frustrasi atas pantangan seks yang dipaksakan, Hao mengajukan gugatan cerai pada tahun 2021, tetapi mencabut gugatan tersebut setelah Xuan berjanji untuk memperbaiki hubungan mereka.

Hao bahkan mendaftarkan rumah mereka atas Xuan. Namun Xuan kembali ke cara lamanya untuk menolak berhubungan seks tak lama setelah itu, dilaporkan menagih Hao USD15 (sekitar Rp240 ribu) setiap kali dia ingin bercinta atau bahkan berbicara.

'Pajak seks' itu pada akhirnya menjadi titik kritis, di mana Hao akhirnya mengajukan gugatan cerai untuk keduakalinya tahun ini, yang dikabulkan hakim dengan alasan bahwa pernikahan mereka "dingin dan sulit diperbaiki."

Sebelum gugatan cerai kedua, Hao tidak berbicara dengan Xuan selama dua tahun, hanya berkomunikasi melalui aplikasi pesan singkat. Xuan tidak ingin membubarkan ikatan pernikahan mereka dan mengajukan banding ke pengadilan yang lebih tinggi, tetapi bandingnya ditolak.***