SIAK SRI INDRAPURA - Dalam mencegah dan menangani kebakaran lahan dan hutan (karlahut), sejak dua tahun yang lalu Kabupaten Siak Sri Indrapura telah membuat berbagai strategi antisipasi pada 67 kampung dan kelurahan di 9 kecamatan yang dianggap rawan karlahut. Hal itu pula lah yang mengantarkan Bupati Siak, Syamsuar memperoleh penghargaan dalam HUT Damkar ke-97 dari Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, Selasa (1/3/2016) lalu.

Kemudian, kawasan yang dianggap rawan tersebut dibagi dalam 6 cluster dan tujuh pos dengan 143 personil damkar bersertifikasi nasional disiagakan. Tujuan pembuatan cluster itupun untuk mempermudah tim dalam memantau potensi kebakaran dan mendatangi lokasi karlahut. Targetnya, dalam tempo 30-60 menit, tim sudah sampai di lokasi kebakaran.

"Peralatan penunjang, mulai dari membeli 6 unit mobil damkar berkapasitas 6 ribu liter dan 4 ribu liter, dua unit mobil double gardan, water suplay berkapasitas 10 ribu liter, mesin portable, mesin pompang apung dan mobil monilog, telah kita siapkan untuk menunjang pekerjaan satgas," ungkap Bupati Siak, Syamsuar, usai memadamkan api di Kawasan Tambak Rejo, Kecamatan Mempura, Siak, Jumat (4/3/2016).

Lanjutnya, mesin damkar untuk 67 kampung dan bantuan mesin damkar untuk 14 kecamatan, termasuk alat Global Positioning System (GPS) semacam alat yang bisa menentukan titik koordinat karlahut telah disiapkan pula.

"Kami juga sudah menyiapkan kanal bloking, embung air. Kami bekerjasama satgas, MPA, Forum Masyarakat Gotong Royong Memadamkan Api, MoU perusahaan dengan kecamatan soal pencegahan dini dan penanganan karlahut, kerja sama dengan BMKG, Polisi, Manggala Agni, Satpol PP dan BPBD. Pokoknya kami cari cara supaya cepat bisa padamkan api. Kami juga tiap malam breafing," kata Syamsuar.

Saat ini, ada 53 kanal bloking dan 60 embung yang sudah disiapkan. Tahun ini, kata Syamsuar, pembuatan 331 kanal bloking sudah diusulkan ke pemerintah pusat.

"Alhamdulillah, dari apa yang sudah kami lakukan tadi, tahun 2014 ada 649 kasus karlahut. Tapi setahun kemudian sudah turun menjadi 389 kasus," ujarnya.

Layaknya Pemkab Siak, Polres Siak pun turut berjibaku melawan karlahut. Tiap Polsek, kata Kompol Yudi sudah membuat sekat kanal. "Kami juga melakukan sosialisasi dan menyebarkan maklumat Kapolda Riau. Sampai saat ini sudah ada dua laporan dengan 6 tersangka," katanya. ***