
PEKANBARU - Tampil di hadapan publik sendiri ternyata belum cukup bagi PSPS Pekanbaru untuk menguasai jalannya pertandingan. Dalam laga perdana I.League Cup 2026/2027 yang digelar di Stadion Kaharuddin Nasution, Rabu (4/11/2026) malam, skuad Askar Bertuah justru harus tertinggal dua gol tanpa balas dari Bhayangkara Lampung FC hingga peluit akhir babak pertama dibunyikan.
Menghadapi tim tamu yang datang dari kasta tertinggi persepakbolaan nasional, barisan pertahanan tuan rumah tampak kesulitan membendung tekanan sejak menit awal. Petaka bagi PSPS langsung terjadi saat laga baru berjalan enam menit. Berawal dari skema serangan dan transisi bola yang tertata rapi, Bhayangkara berhasil membongkar celah di area pertahanan lawan.
Pemain sayap Ryan Kurnia yang lolos dari jebakan offside sukses menerima umpan di sisi kanan, lalu melepaskan tembakan mendatar yang tak mampu dijangkau penjaga gawang Dicki Agung Setiawan. Papan skor pun berubah 0-1 untuk keunggulan tim tamu.
Tekanan demi tekanan terus dilancarkan oleh Bhayangkara. Memasuki menit ke-11, ketegangan sempat memuncak ketika bek PSPS, Muhammad Revan terpaksa menjatuhkan Ryan Kurnia akibat gagal memotong aliran bola. Wasit Mustafa Kamal bahkan harus meninjau Video Assistant Referee (VAR) karena insiden tersebut berpotensi membuahkan kartu merah. Namun, setelah pengecekan ulang dari layar monitor, pengadil lapangan tetap pada keputusan awalnya dengan hanya merogoh kartu kuning bagi Revan.
Alih-alih bangkit, kesalahan elementer kembali menghantui kubu tuan rumah pada menit ke-19. Gelandang Muhammad Reza Kusuma kehilangan penguasaan bola saat mencoba melakukan manuver individu. Situasi ini langsung dimanfaatkan oleh Jefferson Brenes Rojas yang merebut si kulit bundar dan melepaskan tembakan keras ke arah gawang. Beruntung, Dicki Agung masih sigap menepis ancaman tersebut dan menyelamatkan gawangnya dari kebobolan lebih cepat.
Sayangnya, ketangguhan barisan pertahanan PSPS benar-benar runtuh di menit ke-34. Kali ini, kesalahan antisipasi dari Andik Rendika Rama di sektor kiri pertahanan berujung fatal. Bola liar yang gagal disapu bersih langsung dimanfaatkan barisan depan Bhayangkara melalui umpan matang kepada Milan Ristovski. Penyerang tajam tersebut tanpa ampun merobek gawang PSPS untuk menggandakan keunggulan menjadi 0-2.
Sepanjang 45 menit pertama, koordinasi lini belakang Askar Bertuah terlihat rapuh. Meski Dicki Agung beberapa kali harus jatuh bangun menyelamatkan gawangnya, para pemain depan PSPS sangat minim memberikan ancaman balasan ke area penalti lawan.
Tuan rumah baru mendapatkan peluang emas di penghujung babak pertama, tepatnya pada menit ke-45, ketika pergerakan Hamzah Depa dihentikan secara ilegal oleh Nehar Sadiki di area kanan pertahanan Bhayangkara. Striker asing Antonio Gamaroni maju sebagai eksekutor tendangan bebas, namun sayangnya bola hasil sepakan terukurnya hanya membentur tiang gawang.
Tambahan waktu tiga menit yang diberikan perangkat pertandingan tak cukup bagi skuad asuhan pelatih tuan rumah untuk memperkecil ketertinggalan. PSPS terpaksa masuk ke ruang ganti dengan memikul beban defisit dua gol. ***