DUMAI, GORIAU.COM - Kawasan operasional PT Pertamina RU II Dumai kembali menelan korban dimana tiga orang pekerja harus mengalami luka bakar akibat percikan api dari pabrik produksi.


Atas peristiwa yang sempat mengancam keselamatan nyawa tiga orang pekerja TA PT Pertamina tersebut, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Dumai selaku pihak yang sangat bertanggung jawab untuk melakukan penindakan terhadap PT Pertamina justru sulit dihubungi.


Kadisnakertrans, Amiruddin beserta jajaran yang berkompeten untuk mempublikasikan persoalan laka kerja di Pertamina justru memilih untuk mematikan telephone seluler mereka.


Sebelumnya tidak berada di kantor, pejabat Disnakertrans Kota Dumai dihubungi GoRiau.com melalui sambungan seluler mereka. Meski berhasil tersambung beberapa kali namun takkunjung memberi jawaban.


Tidak sampai disitu, upaya untuk mendapatkan informasi sejumlah wartawan mencoba mengirimkan pesan singkat. Lagi-lagi pejabat Disnakertrans baik Kepala hingga kepala bidang memilih untuk menonaktifkan handphone ketika dicoba dihubungi kembali.(egy)