PEKANBARU, GORIAU.COM - Satu keluarga yang hendak pergi berjualan, jadi korban aksi kawanan begal di KM 16 jalan Garuda Sakti, desa Bencah Kelubi kecamatan Tapung, Kampar. Seorang korban diantaranya ditembak pelaku di bagian perut, lantaran berusaha melakukan perlawanan. Usai itu mereka mengambil kunci kontak mobil dan tas belanja milik istri korban.

Bermodalkan senjata api, empat orang kawanan rampok jalanan (begal,red) beraksi dengan mencegat sebuah mobil jenis pickup L300 dengan nomor polisi BM 9857 FJ warna Hitam, Selasa (16/6/2015) dinihari kemarin, sekitar pukul 05.30 WIB. Mobil tersebut dikendarai oleh korban bernama Afrinal (35) bersama istrinya Zalmiati (37) serta anaknya Fazel (6).

Namun saat melintas di KM 16 jalan Garuda Sakti, desa Bencah Kelubi kecamatan Tapung, Kampar, mobil mereka tiba-tiba dicegat oleh empat pria yang mengendarai sepeda motor. Salahsatu diantaranya langsung turun sambil menodongkan senjata api. Mereka meminta korban supaya dapat menyerahkan harta bendanya.

"Pagi itu korban hendak pergi berjualan ke kawasan Garuda Sakti KM 11 desa Karya Indah Tapung. Tiba-tiba dicegat oleh empat pria dengan mengendarai dua sepeda motor," kata Kepala Bidang Hubungan masyarakat (Kabid Humas) Polda Riau, AKBP Guntur Aryo Tejo Sik, Rabu (17/6/2015) siang.

Dengan cepat, pelaku meminta uang dan yang disimpan istri korban di dalam tas. Sementara si suami ditarik keluar dari Kendaraan. Karena korban melakukan perlawanan, salahseorang pelaku dengan sadis menembakkan Senpi ke arah perut kanan Afrinal, hingga dia ambruk bersimbah darah.

Melihat korban sudah tak berdaya, empat pelaku lalu mengambil kunci kontak mobil serta tas milik sang istri Zalmiati, dan langsung kabur meninggalkan lokasi kejadian. Setelahnya, istri korban segera meminta bantuan kepada pihak kepolisian terdekat. Sang suami lalu dibawa ke RS Awal Bros Panam.

"Kita sudah melakukan penanganan berupa olah tempat kejadian perkara (TKP) dan menyita barang bukti dua butir selengsong amunisi. Kemudian polisi juga sudah meminta keterangan saksi. Untuk pelaku sedang dalam pengejaran," tukas AKBP Guntur. (had)