
PEKANBARU, GORIAU.COM - Ketua DPD Partai Demokrat Riau HR Mambang Mit, menginstruksikan bagi kadernya di Fraksi Demokrat DPRD Riau, untuk meninjau ulang rencana studi banding (Stuban) anggota DPRD Riau ke Amerika, Italia dan Australia. Jika Stuban itu tidak banyak memberikan dampak positif, dianjurkan untuk tidak mengikuti.
Instruksi Mambang itu diutarakannya kepada riauplus.com sebagaimana dikutip www.goriau.com, menanggapi rencana kunjungan wakil rakyat Riau ini ke luar negeri tersebut. ''Saya minta itu, ditelaah azas manfaatnya,'' tegas Mambang, Jumat (2/11/2012) di Kantor Gubernur Riau.
Lebih jauh dipaparkan Mambang, jika kunjungan keluar negeri itu bisa memberikan manfaat dan dapat terukur bagi tugas dan fungsi Anggota Fraksi Demokrat demi kepentingan masyarakat, hal itu bisa dipertimbangkan.
Tetapi lanjut Mambang, apabila Stuban itu tidak memberikan dampak positif, sebaiknya tidak perlu dilaksanakan. Terlebih lagi, kondisi masyarakat saat ini, akan lebih baik kunjungan itu dibatalkan untuk penghematan.
Sebelumnya, Ketua DPRD Riau Johar Firdaus menegaskan, rencana studi banding (Stuban) anggota dewan ke Amerika, Italia dan Australia, bukan atas permintaan dewan. Melainkan, atas permintaan ketiga negara tersebut.
Johar sendiri mengaku tidak mengetahui, apa alasan ketiga negara itu mengundang Anggota DPRD Riau. ''Administrasi (undangan) itu, prosesnya di Sekwan,'' kilah Johar.
Ketika ditanyakan apa hasil yang akan diharapkan para dewan ini setelah berkunjung ketiga negara itu, lagi-lagi Johar tidak bisa menjelaskannya dengan rinci. ''Tanya ke sana ya, ke Sekwan,'' ujarnya.
Demikian juga, saat dikonfirmasi anggaran APBD Riau yang digunakan dalam Stuban kali ini mencapai Rp5 miliar, Johar justru tidak mengetahuinya. Johar berkilah lupa kepada wartawan tentang jumlah anggarannya. ''Ah itu saya gak tau itu. Saya lupa. Coba tanyakan ke Sekwanlah, saya sudah lupa,'' elaknya lagi.
Pada kesempatan itu, Johar juga menjelaskan, jika Stuban anggota DPRD Riau itu memang dibenarkan. Hanya saja, tergantung kepada anggota dewannya sendiri, apakah mau melakukannya atau tidak.
''Memang, kalau Stuban itu kan dibenarkan. Tetapikan, tergantung kepada dewan menggunakannya atau tidak. Kalau seandainya perjalanannya itu memang memberikan suatu dukungan wawasan, barangkali tidak masalah,'' tukasnya. (rpc)