
JAKARTA -- Penggunaan pestisida oleh petani untuk melindungi sayur dan buah dari serangan hama, menyebabkan sayur dan buah berbahaya bagi kesehatan karena mengandung pestisida.
Dikutip dari detik.com yang melansir Today, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengakui bahwa pada tingkat tertentu, pestisida akan berubah menjadi racun. WHO juga telah memperingatkan para petani untuk lebih berhati-hati dalam penggunaan pestisida untuk tanaman.
Sebuah organisasi lingkungan, Environmental Working Group, juga turut andil dalam pengawasan penggunaan pestisida untuk tumbuhan. EWG bahkan telah merilis daftar 46 buah yang rentan akan kontaminasi pestisida yang cukup memprihatinkan.
Panduan yang bernama Dirty Frozen atau tumbuhan yang menghasilkan tingkat residu pestisida tertinggi dan Clean Fifteen atau tumbuhan yang paling tidak mungkin mengandung residu pestisida ini dirilis pada tahun 2021. Tentunya daftar ini akan menjadi panduan yang baik bagi konsumen sayur dan buah untuk lebih memilih bahan makanan yang mereka konsumsi.
Pada daftar atas bahan makanan yang memiliki paparan residu pestisida yang tinggi ditempati oleh stroberi dan bayam. Bahkan, stroberi diketahui telah menduduki peringkat tertinggi ini selama 6 tahun berturut-turut.
Selain stroberi dan bayam, sayur dan buah lain yang juga tergolong tinggi pestisida adalah kangkung, sawi hijau, apel, anggur, ceri, persik, paprika, cabai, seledri, tomat dan banyak lainnya. Bahkan sawi hijau dan kangkung dikatakan menempati urutan ketiga sebagai tanaman yang paling tinggi residu pestisidanya.
''Kami mendesak konsumen yang khawatir tentang asupan pestisida mereka untuk mempertimbangkan untuk membeli makanan yang ditanam secara organik pada daftar Dirty Dozen EWG atau dari Clean Fifteen kami,'' kata Thomas Galligan.
Anehnya, penemuan yang berbanding terbalik justru didapatkan melalui Laporan Program Data Pestisida. Hampir 99% sampel makanan segar, beku dan olahan ditemukan memiliki residu pestisida di bawah tingkat yang ditetapkan oleh Badan Perlindungan Lingkungan. Sebagian besarnya ditemukan pada buah dan sayuran.
Sedangkan laporan EWG terus menunjukkan adanya penggunaan pestisida yang berbahaya bagi manusia. Salah satunya adalah penggunaan insektisida yang paparannya ditemukan menimbulkan masalah kesehatan pada perkembangan anak-anak.
Pada 2017, EPA pernah menolak larangan klorpirifos yang bertentangan dengan penelitian ilmiah sebelumnya yang diproduksi oleh agensi itu sendiri. Sedangkan, pada tahun 2021, Presiden AS, Joe Biden, mengeluarkan perintah eksekutif untuk menganalisa kembali substansi yang cukup kontroversial tersebut.***