
TEMBILAHAN – Era tumpukan berkas pelaporan dan keterlambatan administrasi di fasilitas kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir dipastikan segera berakhir. Tata kelola keuangan kini dirancang sepenuhnya otomatis melalui integrasi Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) dengan aplikasi E-BLUD besutan BRK Syariah yang menyasar 22 puskesmas di wilayah tersebut.
Langkah transisi menuju pelayanan publik modern ini mulai dimatangkan lewat fase Test Operasional (TO) Integrasi SIPD E-BLUD Modul One to Many yang berlangsung di Hotel Harmona Inn Tembilahan, Kamis (17/9/2026). Transformasi sistem tersebut diharapkan mampu memangkas birokrasi berbelit dan menjadikan pengelolaan dana Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) lebih akuntabel serta terukur.
Hadir mewakili Bupati Inhil, Asisten I Setda Kabupaten Inhil, Afrizal menyambut baik inovasi yang ditawarkan oleh bank daerah tersebut. Menurutnya, perbaikan administrasi di belakang meja akan berdampak langsung pada kecepatan dan mutu layanan medis bagi masyarakat umum.
"Dengan adanya Modul One to Many ini, pengelolaan keuangan 22 puskesmas se-Inhil akan lebih transparan, akuntabel, dan real time. Tidak ada lagi keterlambatan laporan dan proses manual yang memakan waktu. Ini adalah wujud komitmen kita untuk pelayanan kesehatan yang prima," sebutnya.
Di tempat yang sama, Branch Manager BRK Syariah Cabang Tembilahan, Agussalim menerangkan bahwa modul E-BLUD dirancang untuk menyederhanakan rumitnya alur pembukuan fasilitas kesehatan. Cukup mengandalkan satu rekening induk, pihak puskesmas kini mampu melakukan pembayaran maupun penagihan ke banyak tujuan sekaligus secara terpusat karena telah tersinkronisasi dengan SIPD.
"Proses rekonsiliasi menjadi jauh lebih cepat dan aman. Sistem ini secara otomatis mendukung tata kelola keuangan yang baik, transparan, akuntabel, efektif, dan efisien di tingkat puskesmas," urainya.
Agussalim menambahkan, inovasi layanan keuangan tersebut sejalan dengan tanggung jawab bank daerah untuk terus menghadirkan solusi teknologi mutakhir. Hal ini sekaligus menjadi motor penggerak transformasi pemerintahan berbasis digital di Provinsi Riau dan Kepulauan Riau.
Usai pembukaan, tim IT perbankan syariah bersama tim SIPD langsung menggelar simulasi sistem. Seluruh kepala puskesmas yang hadir diajak mempraktikkan alur operasional mulai dari tahapan penagihan, pembayaran, hingga pencetakan laporan akhir. Pendampingan teknis ini dilakukan demi memastikan setiap pemangku kepentingan mahir menggunakan aplikasi sebelum diterapkan secara resmi.
Apabila tahapan uji coba operasional ini berjalan mulus tanpa kendala, implementasi penuh E-BLUD terintegrasi di seluruh pelosok Inhil ditargetkan sudah mengudara pada awal Oktober 2026. ***