
PEKANBARU –Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memprakirakan kondisi cuaca di Provinsi Riau Senin (19/1/2026) didominasi udara kabur hingga berawan. Hujan ringan berpeluang turun di sejumlah daerah, terutama pada siang hingga dini hari.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Bella R Adelia, menyampaikan bahwa pada pagi hari sebagian besar wilayah Riau berada dalam kondisi udara kabur hingga berawan. Aktivitas masyarakat diimbau tetap memperhatikan perubahan cuaca yang bisa terjadi sewaktu-waktu.
Memasuki siang hingga sore hari, cuaca diprakirakan cerah berawan hingga berawan. Hujan ringan berpotensi terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Rokan Hulu, Kampar, Rokan Hilir, serta Kota Dumai.
"Pada malam hari, cuaca masih didominasi cerah berawan hingga berawan. Hujan ringan berpotensi terjadi di wilayah Rokan Hulu dan Kampar," ujar Bella, Senin pagi.
Sementara itu, pada dini hari kondisi udara kabur hingga berawan kembali menyelimuti sebagian besar wilayah Riau. Hujan ringan diprakirakan turun di Kabupaten Kampar, Siak, Pelalawan, Bengkalis, Kuantan Singingi, serta Kota Pekanbaru.
BMKG mencatat suhu udara di Riau berkisar antara 23 hingga 33 derajat Celsius, dengan kelembapan udara 55 sampai 99 persen. Angin bertiup dari arah Barat Laut hingga Timur Laut dengan kecepatan sekitar 10 hingga 30 kilometer per jam. Hingga saat ini, peringatan dini cuaca ekstrem belum dikeluarkan atau nihil peringatan dini.
Untuk wilayah perairan, tinggi gelombang laut di perairan Provinsi Riau diprakirakan berada pada kisaran 0,5 hingga 1,25 meter atau tergolong rendah. Namun, gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter berpeluang terjadi di Perairan Dumai–Bengkalis serta Perairan Indragiri Hilir.
Nelayan diminta tetap waspada terhadap potensi peningkatan gelombang di wilayah tersebut. Selain prakiraan cuaca, BMKG juga mencatat keberadaan 190 titik panas di wilayah Sumatera. Dari jumlah itu, Riau terpantau tiga titik panas, masing-masing dua titik di Kabupaten Pelalawan dan satu titik di Kabupaten Rokan Hulu.
"Meski jumlah hotspot di Riau masih tergolong rendah, masyarakat diimbau tetap waspada dan tidak melakukan pembakaran lahan, terutama di tengah kondisi cuaca yang relatif kering di beberapa wilayah," kata Bella. ***