JAKARTA – Vokalis sekaligus keyboardis band Letto, Sabrang Mowo Damar Panuluh atau yang dikenal sebagai Noe Letto, resmi dilantik sebagai Tenaga Ahli Madya Dewan Pertahanan Nasional (DPN) di lingkungan Kementerian Pertahanan.

Putra budayawan Emha Ainun Nadjib itu masuk dalam jajaran 12 tenaga ahli yang dikukuhkan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin berdasarkan Keputusan Ketua Harian DPN Nomor KEP/3/KH/X/2025. Pelantikan berlangsung di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Kamis (15/1/2026).

Kepala Biro Informasi Pertahanan Setjen Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, membenarkan penunjukan tersebut. Ia menjelaskan Noe ditempatkan sebagai Tenaga Ahli Madya di lingkungan Dewan Pertahanan Nasional.

“Setelah dilantik, yang bersangkutan bertugas memberikan masukan, kajian, dan rekomendasi sesuai bidang keahliannya untuk mendukung tugas dan fungsi Dewan Pertahanan Nasional,” ujar Rico, Minggu (18/1/2026).

Menurutnya, keterlibatan Noe bukan sekadar menghadirkan figur publik. Kemhan menilai vokalis Letto itu memiliki kapasitas pemikiran strategis lintas disiplin yang relevan dengan kebutuhan DPN.

“Keahliannya difokuskan pada pemikiran strategis lintas disiplin, termasuk aspek sosial, budaya, dan komunikasi strategis,” jelasnya.

Rico menambahkan, seluruh tenaga ahli DPN bekerja melalui mekanisme kelembagaan. Setiap pandangan dan kajian disampaikan dalam forum resmi dan bersifat kolektif sebelum menjadi bahan pertimbangan pimpinan.

Ia juga menegaskan proses pengisian tenaga ahli dilakukan secara profesional dan tidak berkaitan dengan latar belakang keluarga atau faktor non-institusional.

“Pengisian Tenaga Ahli DPN dilakukan untuk memperkuat kualitas kebijakan pertahanan nasional dan tidak dikaitkan dengan faktor lain di luar kebutuhan institusi,” tegasnya.

Sebanyak 12 tenaga ahli yang dilantik akan mengisi posisi Tenaga Ahli Utama, Madya, dan Muda pada kedeputian bidang Geoekonomi, Geopolitik, dan Geostrategi di lingkungan Dewan Pertahanan Nasional.

Selain Noe Letto, nama-nama yang dilantik antara lain Surachman Surjaatmadja, Ian Montratama, Abdul Kholiq, Agato P Simamora, Achmad Rully, Filda Citra Yusgiantoro, Jupriyanto, Frank Alexander Hutapea, Santiahu Dyatmiko, Maundri Prihanggo, dan Muhammad Zulkarnain Maddatuang. ***