PEKANBARU, GORIAU.COM - Ratusan massa terlibat bentrok dengan pasukan Sabhara dan Brimobda Polda Riau bersenjata lengkap, di Sekolah Polisi Negara (SPN) Pekanbaru, Rabu (6/5/2015) pagi. Massa ini berniat untuk merusak proses berlangsungnya Pemilukada serentak di Riau.

Bentrokan antara massa pendemo dan polisi tak terelakkan. Dengan membawa berbagai macam spanduk dan senjata, mereka menuntut pemerintahan agar membatalkan Pemilukada serentak. Karena upaya negosiasi polisi dan masyarakat tidak mencapai mufakat, massa akhirnya merangsek masuk dan menembus satuan Dalmas, hingga suasana berubah ricuh.

Bahkan satu unit mobil Watercanon ikut diturunkan untuk memecah konsentrasi massa, dibantu dengan pasukan Brimob yang menggunakan kendaraan roda dua. Aksi saling lempar pun sempat terjadi, bahkan massa membakar ban bekas sebagai bentuk perlawanan.

Karena sudah tak terkendali, kepolisian terpaksa mengambil langkah pembubaran, dengan melepas tembakan gas air mata dan semprotan air dari watercanon. Beberapa jam setelahnya, massa akhirnya mundur dan situasi kembali kondusif, sehingga perhelatan Pemilukada dapat berlangsung sesuai rencana.

Bentrokan tersebut, merupakan simulasi yang digelar Polda Riau dan jajaran di lapangan SPN Pekanbaru, dalam pengamanan Pemilukada serentak 2015. Simulasi ini disaksikan oleh Kapolda Riau, Brigjen Pol Dolly Bambang Hermawan beserta jajaran pejabat utama Polda Riau.

"Saya minta keseriusan seluruh anggota untuk pengamanan Pemilukada mendatang. Jangan malas, dan gunakan alat perlindungan sesuai prosedur. Itu gunanya melindungi anggota tubuh, jangan sampai gara-gara posisi di Dalmas lalu cacat," kata Kapolda Riau usai pelaksanaan simulasi.

Simulasi tersebut, sambungnya, adalah bentuk keseriusan Polda Riau dan pengamanan Pemilukada serentak yang dilangsungkan tahun ini. "Ini bentuk antisipasi bila ada gangguan massa saat Pemilukada. Semua alat dan anggota siap diterjunkan bila ada potensi gangguan," tegas Jendral bintang satu ini. (had)