PEKANBARU - Datangnya musim kering memberikan sinyal alarm bagi kawasan Pulau Sumatera. Ratusan titik panas kini terdeteksi mengepung berbagai provinsi, menuntut langkah mitigasi cepat agar potensi kebakaran hutan dan lahan tidak meluas.

Data pemantauan satelit terbaru hingga pukul 23.00 WIB memperlihatkan anomali suhu permukaan bumi. Di tengah kepungan ratusan titik panas tersebut, daratan Provinsi Riau turut menyumbang belasan lokasi indikasi api.

Kosentrasi Panas di Indragiri Hulu

Untuk kawasan Riau, kemunculan titik panas terpantau mengerucut di area selatan. Dari hasil rekam jejak radar, tercatat ada 12 titik panas yang menghuni hamparan dua kabupaten.

Penyebaran anomali suhu di Bumi Lancang Kuning terpetakan sebagai berikut:

  • Kabupaten Indragiri Hulu mendeteksi temuan terbanyak dengan 11 titik panas.
  • Kabupaten Pelalawan melaporkan kemunculan satu titik panas di wilayahnya.

Sumatera Selatan Terbanyak se-Sumatera

Ketika pandangan diperlebar ke seluruh Pulau Sumatera, situasinya menghadirkan tantangan besar. Secara agregat, sensor satelit merekam kehadiran 673 titik panas, memicu risiko polusi udara lintas provinsi.

Berikut rincian distribusi titik panas di sepanjang daratan Sumatera:

  • Sumatera Selatan menjadi wilayah paling membara dengan kemunculan 487 titik panas.
  • Bangka Belitung menempati urutan kedua lewat 78 titik, beriringan dengan Lampung yang mencatatkan 68 titik.
  • Bengkulu menyumbang 11 titik, sedangkan Jambi memiliki tujuh titik panas.
  • Wilayah utara turut mencatat angka, yakni Sumatera Utara dengan enam titik dan Kepulauan Riau sebanyak dua titik.
  • Provinsi Aceh dan Sumatera Barat sama-sama mendeteksi satu titik anomali panas.

Kondisi ini menjadi peringatan terukur bagi tim darat untuk memfokuskan patroli ke area-area dengan densitas panas yang tinggi. ***