STUDI terbaru para peneliti dari lembaga penelitian obesitas di University of Southen California, Amerika Serikat, mengungkap tentang bahaya meminum soft drink. Sebab, minuman tersebut mengandung kadar gula yang lebih banyak dari yang tercatat di kemasannya.

Studi baru ini dipublikasikan surat kabar Daily Mail Inggris, didasarkan pada pemeriksaan lebih dari 34 jenis soft drink dengan merek terkenal, berdasarkan ukuran dan popularitas. Penelitian dilakukan di tiga laboratorium yang berbeda dan menggunakan 3 metode analisis yang berbeda pula.

Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa minuman bersoda atau soft drink mengandung fruktosa jagung seperti pada Coca Cola, Sprite, Dr Pepper dan Mountain Dew, namun kandungan fruktosa dalam minuman tersebut ternyata lebih besar dari yang diduga.

Penelitian menunjukkan bahwa minuman ini mengandung kadar fruktosa yang tinggi, hingga 50% d bandingkan glukosa. Di sinilah letak bahayanya. Tubuh menjadi tidak mampu mengatasi kombinasi gula, khususnya fruktosa yang hanya ditangani oleh hati saja serta mengubahnya menjadi lemak. Hal itu berbeda dengan glukosa dengan efek bahaya yang lebih kecil, karena tubuh akan mengubahnya menjadi energi dan digunakan sebagai bahan bakar tubuh. Penelitian ini juga menegaskan bahwa minuman-minuman ini dapat meningkatkan risiko diabetes, penyakit jantung dan penyakit hati.***