JAKARTA, GORIAU.COM - Pemilih pemula muda selalu menjadi sorotan pada setiap gelaran pemilihan umum. Begitu pula pemilu yang akan digelar pertengahan tahun ini
Transparency Internasional Indonesia (TII) melakukan survei, terkait demokrasi Indonesia, yang dilakukan pada 1000 responden golongan pemilih pemula muda di Jakarta sepanjang Februari 2014.
Survei menyimpulkan, 36 persen pemilih pemula muda tidak memilki kepercayaan bahwa sistem demokrasi mampu berperan sebagai solusi atas masalah-masalah yang terjadi di Indonesia. Sedangkan, 64 persen lainnya masih percaya akan efektivitas demokrasi.
Kemudian TII juga mensurvei kepuasan responden terhadap kinerja pemerintah pusat untuk periode terakhir ini. Sebanyak 39 persen merasa tidak puas dengan kinerja pemerintah. Sedangkan, 46 persen merasa biasa saja, dan hanya 15 persen yang merasa kinerja pemerintah memuaskan.
Partai politik yang seharusnya menjadi perpanjangan tangan demokrasi pun terbilang tak sepenuhnya diminati responden. Sebanyak 34 persen responden tidak menjatuhkan pilihan pada partai apapun yang sudah terdaftar di Pemilu 2014 ini.
Namun, dalam gelombang keraguan terhadap demokrasi ini, Ferry Junaedi selaku Deputi Direktur Perkumpulan Pemilu untuk Demokrasi (Perludem) mengatakan ketidaksertaan masyarakat di pemilu bukanlah solusi.
"Golput (golongan putih) bukan solusi, tapi pilihan kitalah yang jadi solusi untuk bawa perubahan," ujarnya saat agenda peluncuran hasil survei "Persepsi Pemilih Pemula Pada Pemerintahan, Korupsi, dan Pemilu Nasional 2014“, di Hotel The Sultan, Jakarta, Rabu (26/3).
Meski terdapat rasa pesimis yang tinggi terhadap sistem demokrasi dari responden, namun 69 persen dari mereka masih mempercayai bahwa demokrasi merupakan sistem yang terbaik dibandingkan sistem pemerintah lain. Sisanya, 31 persen sepenuhnya tidak setuju dengan demokrasi. ***
Punya info menarik di sekitar anda atau ingin berbagi berita silahkan sms ke 081275940999 atau via email: [email protected]



