JAKARTA, GORIAU.COM - Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Sutiyoso, mengaku tingginya angka golput disebabkan oleh buruknya kinerja pemerintah dan prilaku korup anggota parlemen saat ini.

''Kita sudah tiga kali pemilu, mulai 1999, 2004 dan 2009. Nah, bagaimana 2014? Kita amati peserta pemilu terus merosot, golput menanjak tinggi, mengapa? Karena wakil rakyat yang anda pilih berkhianat pada kita, mereka mementingkan partai dan pada korupsi, akhirnya rakyat frustasi dan masa bodoh, inilah penyebab kecenderungan pemilih merosot," tegas Sutiyoso dalam orasi politiknya pada kampanye akbar PKPI, Jakarta, Jumat (28/3/2014).

Dia pun berpesan kepada seluruh rakyat Indonesia, memilih golput bukan solusi. "Bagaimana pun ini negeri kita semua. Jadi 9 April jadi starting point baik negeri kita. Mari kita berbondong-bondong ke TPS terdekat. Semua harus gunakan hak pilih, dan jadilah pemilih yang cerdas," paparnya.

Pemilih cerdas, kata Sutiyoso adalah pemilih yang memilih partai yang amanah dan bebas koruptor. "Apa itu? PKP Indonesia. Saya ingatkan partai ini lahir dibidani tokoh terkemuka, sipil dan militer, Tri Sutrisno, Mutia Hatta, dan Hayono Isman," terangnya.

Menurutnya, PKPI lahir dengan kepentingan jangka pendek. Namun dengan manifestasi perjuangan yang dituangkan melalui visi dan misi yang tegas guna menangani krisis multidimensi yang belum juga usai.

"Pileg, PKP Indonesia dapat suara yang signifikan dan jadi partai peserta pemilu dan masuk ke parlemen Senayan. Target 5 persen dalam Mukernas harus dipenuhi. Apakah sanggup, ayo yang semangat," simpulnya.

"Khusus DKI Jakarta, target yang sudah dicanangkan harus dipenuhi, menyumbang tiga kursi DPR dan DPRD 20 kursi," tuntasnya. ***

Punya info menarik di sekitar anda atau ingin berbagi berita silahkan sms ke 081275940999 atau via email: [email protected]