JAKARTA - Mantan wakil presiden dan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan, Hamzah Haz, mengaku tak tahu putranya, Fanny Safriansyah alias Ivan Haz, mengonsumsi narkoba.

Hal ini disampaikan Sekretaris Jenderal PPP Ahmad Dimyati Natakusumah, yang langsung menghubungi Hamzah saat mendengar kabar penangkapan Ivan. "Tiga hari lalu, saya telepon beliau (Hamzah)," kata Dimyati di Kompleks Parlemen, Senayan, Kamis, 25 Februari 2016. 

Dalam pembicaraan tersebut, Hamzah kaget Ivan ditangkap polisi terkait dengan kasus narkoba. Hamzah kemudian menitipkan putranya itu kepada Dimyati untuk dijaga dan dibina sebagai politikus partai berlambang Ka'bah tersebut. "Selama ini, dia tidak pernah nakal-nakal seperti itu," ucap Dimyati meniru ucapan Hamzah.

Menurut Dimyati, sikap dan perilaku Ivan telah membuat sulit dan mencoreng nama ayahnya. Hal ini semakin buruk jika Ivan terbukti memakai ataupun menyebarkan narkoba. "Kasihan Hamzah," ujar Dimyati.

Ditahan di Bareskrim

Ahmad Dimyati Natakusumah menambahkan, Ivan Haz saat ini tengah mendekam di Rumah Tahanan Badan Reserse Kriminal Markas Besar Polri.

Ivan ditahan setelah ditangkap Polisi Militer Kostrad saat berpesta narkoba. "Kami belum datang (ke Bareskrim)," kata Dimyati di Kompleks Parlemen Senayan, Kamis, 25 Februari 2016. "Saya saja susah ketemu Ivan."

Menurut Dimyati, PPP hingga saat ini juga belum bisa berkomunikasi dengan Ivan untuk mengklarifikasi dugaan penggunaan narkoba. PPP juga belum memberikan bantuan hukum bagi putera mantan Ketua Umum dan Wakil Presiden Hamzah Haz tersebut. "Yang saya tahu, Ivan itu sudah punya kuasa hukum," kata dia.

Ivan ditangkap saat tengah berada di pesta narkoba di Perumahan Kostrad, Kebayoran Lama oleh Tim Yonintel dan POM Kostrad. Sejak peristiwa penangkapan, keberadaan Ivan jadi misterius atau menghilang. "Saya dengar dari Kepala Badan Narkotika Nasional Budi Waseso," kata Dimyati.***