PEKANBARU - Wajah persimpangan Jalan Arifin Ahmad dan Jenderal Sudirman bakal segera berubah total. Tidak hanya menargetkan kelancaran arus lalu lintas yang selama ini kerap menjadi titik macet, kawasan Simpang Sebidang di Pekanbaru ini akan dipercantik dengan kehadiran sebuah taman dan tugu ikonik bernilai sekitar Rp5 miliar pada awal Desember 2026 mendatang.

Pembangunan ruang publik ini dipastikan tidak menyedot Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Kehadiran ikon baru tersebut murni terwujud melalui dukungan penuh dari pihak swasta, yakni Rumah Sakit Awal Bros, yang mengambil peran langsung dalam pelaksanaan fisiknya.

Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho menyambut positif langkah kolaboratif dari dunia usaha yang menaruh kepedulian terhadap estetika tata kota.

"Desember awal kita akan meresmikan jalan di simpang sebidang, sekaligus peletakan batu pertama oleh Awal Bros untuk pembuatan tugu," jelas Agung, Jumat (30/10/2026).

Terkait pelibatan pihak swasta dalam proyek bernilai miliaran rupiah ini, Agung menepis keras adanya unsur kepentingan bisnis atau pertukaran kebijakan di balik layar. Ia menyatakan partisipasi tersebut adalah wujud nyata kepedulian pelaku usaha terhadap lingkungan sekitar berdirinya tempat usaha mereka.

"Tidak ada barter tentang perizinan atau segala macam. Tidak ada. Mereka sendiri yang mengerjakan karena memang ingin membantu Pemkot Pekanbaru membangun kota tempat mereka tinggal," tegasnya.

Mengenai wujud desain dan nama dari tugu yang akan dibangun, pemerintah daerah masih enggan membeberkannya ke publik agar memberikan elemen kejutan bagi warga kota.

"Awal bulan Desember mereka sudah mulai. Untuk nama tugunya masih surprise," kilahnya.

Saat ini, pengerjaan fisik jalan di Simpang Sebidang masih terus dikebut oleh jajaran Pemkot Pekanbaru. Rekayasa infrastruktur ini dirancang khusus untuk mengurai kepadatan volume kendaraan yang mengular setiap jam sibuk. Bila seluruh proyek jalan dan taman ini rampung, masyarakat diharapkan tidak hanya menikmati akses lalu lintas yang lebih lega, tetapi juga kehadiran ruang terbuka yang estetis di jantung kota. ***