BOGOR, GORIAU.COM - Peristiwa tebing longsor di Bogor merenggut nyawa seorang ibu dan anaknya, yakni Eka Purwanti (35 tahun) dan Damar (1,5 tahun). Saat berhasil dievakuasi, terungkap bahwa keduanya tewas dalam posisi yang sangat memprihatinkan, yakni saling mendekap.

"Korban tewas dua orang, yakni ibu dan anaknya dalam posisi berpelukan setelah tertimbun selama 1 jam," kata Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), kepada detikcom, Sabtu (16/8/2014).

Eka mencoba memeluk anak balitanya saat rumah kontrakan mereka tertimbun tebing setinggi 20 meter yang tiba-tiba longsong, Jumat (15/8/2014). Sayang keduanya tak terselamatkan. Dua korban malang tersebut saat ini sedang disemayamkan di masjid di Kampung Bebek, Kelurahan Kedung Halang,Bogor Utara, Bogor.

Kejadian longsor itu terjadi sekitar pukul 19.30 WIB, Jumat (15/8/2014). Saat itu sebagian wilayah Bogor sedang diguyur hujan lebat. Di rumahnya hanya ada Eka dan dua anaknya sementara suaminya yang bekerja sebagai sopir angkot masih di luar. Eka dan Damar tewas, adapun anaknya yang lain Yakub (7 tahun), selamat dari maut setelah berhasil dievakuasi oleh tetangganya.

"Yakub langsung saya bawa keluar. Posisi Yakub sudah diatas lemari, mungkin kedorong longsor. Setengah badannya sudah tertimbun. Kalau ibunya, cuma kelihatan tangannya saja. (Ibunya) Sudah engga bersuara," kata Yana (35), tetangga korban yang ditemui di lokasi.

Selain longsor, hujan lebat yang mengguyur Bogor juga menyebabkan banjir di beberapa titik di Kabupaten Bogor. Banjir di Desa Cilebut Barat, Kec Sukaraja menyebabkan 95 rumah terendam banjir hingga 1,5 meter, sedangkan di Desa Cimandala sekitar 18 rumah terendam banjir.

Banjir juga sempat menggenangi rel keretapai antara Cilebut-Bojong Gede sehingga keretaapi hanya sampai stasiun Bojong Gede pada pukul 20.15 WIB. Hingga kini BPBD Bogor masih melakukan penanganan darurat bersama TNI, Polri, Tagana, PMI, SKPD dan lainnya.***