JAKARTA, GORIAU.COM - Dinas kepolisian metropolitan di Inggris tengah belajar 18 bahasa mulai dari Prancis hingga Persia. Ini diharapkan membuat mereka dapat mudah membaur dengan pendatang dari berbagai etnis.

Surat kabar the Daily Mail melaporkan, Sabtu (30/3), sekitar 31 ribu polisi juga mempelajari dialek etnis dunia. Ini juga untuk mengatasi kejahatan melibatkan kelompok minoritas pendatang.

Kursus selama enam pekan dengan biaya Rp5,9 juta per orang merancang percakapan dan kosakata disesuaikan dengan kebutuhan aparat hingga mereka tidak perlu lagi membuka kamus untuk mengatasi keadaan atau bertanya pada para tersangka terlibat perselisihan.

Sejauh ini banyak polisi berminat pada bahasa Arab, Polandia, dan Spanyol. ''Kami ingin meningkatkan komunikasi langsung antara penegak hukum dengan masyarakat yang kami layani,'' ujar juru bicara kepolisian ibukota London tidak disebutkan namanya.

Kursus diadakan oleh Lembaga Bahasa Institus Chartered mengajarkan pada para polisi bahasa dunia seperti bahasa Arab, Prancis, Jerman, Italia, Lithuania, Bulgaria, Korea, Rumania, Rusia, Somalia, Turki, hingga Vietnam. Ada juga bahasa langka seperti Ibrani, Shona, dan Amharik.

Salah satu petugas mengatakan kursus ini akan sangat berguna bagi mereka meski sangat suli mempelajari berbagai bahasa dunia dalam waktu enam pekan.(mdk)